Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Soroti The Fed dan Sanksi AS ke Rusia

Kabar bahwa pemerintah AS akan mengenakan sanksi kepada Rusia terkait hak-hak kemanusiaan menjadi penggerak naik harga emas.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 09 Desember 2022  |  15:53 WIB
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Soroti The Fed dan Sanksi AS ke Rusia
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas hari ini berpeluang tertopang oleh prospek kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve.

Tim riset Monex Investindo Futures menilai kabar bahwa pemerintah AS akan mengenakan sanksi kepada Rusia terkait hak-hak kemanusiaan juga menjadi penggerak naik harga emas.

"Outlook The Fed akan bertahan pada kebijakan kenaikan suku bunga sebesar 0,50 persen pada pekan depan, menjadi penopang naiknya harga emas sejak semalam, yang disertai outlook akan turunnya inflasi di AS," tulis Monex dalam riset, Jumat (9/12/2022)

Monex mencatat kabar pemerintah AS akan mengenakan sanksi baru kepada Rusia, terkait penggunaan bom dalam bentuk drone milik Iran, yang dipandang melanggar hak-hak kemanusiaan di Ukraina, memicu turunnya dolar AS pada awal hari ini. Sentimen ini juga menopang harga emas sebagai safe haven di tengah sikap hati-hati investor yang meningkat.

Selanjutnya, pelaku pasar akan mengawasi data ekonomi AS seperti producer price index (PPI) pada 20:30 WIB dan Prelim UoM Consumer Sentiment pada 22:00 WIB.

Data PPI menjadi salah satu tolok ukur inflasi di AS, yang menjadi acuan gambaran data consumer price index (CPI) pekan depan dan dapat memicu spekulasi kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

"Sedangkan data consumer sentiment dari University of Michigan, memberikan hasil survei kepercayaan pasar terhadap ekonomi di AS. Kedua data tersebut dipandang penting dan berpeluang menjadi penggerak dolar AS dan harga emas," jelas Monex. 

Di dalam negeri, harga dasar emas 24 karat Antam ukuran 1 gram dijual senilai Rp1.003.000 pada Jumat, naik Rp4.000 jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, Kamis (8/12/2022).

Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp551.500, naik dibandingkan dengan perdagangan kemarin.

Untuk mengamati laju harga emas acuan dunia hari ini, mari saksikan secara live di sini.

15:50 WIB

Emas Comex naik di US$1.803

Harga emas spot naik 0,10 persen atau 1,79 poin ke US$1.790,93 per troy ounce pada 15.47 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Februari 2023 juga naik 0,10 persen atau 1,80 poin ke US$1.803,30 per troy ounce.

14:43 WIB

Emas Comex naik US$1.806

Emas spot menguat 0,20 persen atau 3,61 poin ke US$1.792,75 per troy ounce pada 14.39 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Februari 2023 melejit 0,28 persen atau 5,10 poin ke US$1.806,60 per troy ounce. 

13:34 WIB

Emas spot naik 0,29 persen

Harga emas spot naik 0,29 persen atau 5,11 poin ke US$1.794,25 per troy ounce pada 13.30 WIB.

Adapun emas Comex kontrak Februari 2023 menguat 0,35 persen atau 6,30 poin ke US$1.807,80 per troy ounce. 

10:41 WIB

Emas Comex melejit US$1.807

Harga emas spot menguat 0,28 persen atau 5,08 poin ke US$1.794,22 per troy ounce pada 10.38 WIB. 

Adapun emas Comex kontrak Februari 2023 melejit 0,33 persen atau 5,90 poin ke US$1.807,40 per troy ounce. 

09:39 WIB

Emas spot dan Comex kompak naik

Harga emas spot menguat 0,26 persen atau 4,68 poin ke US$1.793,82 per troy ounce pada 09.38 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Februari 2023 naik 0,21 persen atau 3,70 poin ke US$1.805,20 per troy ounce. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex the fed
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top