Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Antrean Jual Investor Mereda, Waspada Saham GOTO Rebound

Antrian jual saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mulai mereda terlihat dari jumlah lot yang mengecil.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  07:43 WIB
Antrean Jual Investor Mereda, Waspada Saham GOTO Rebound
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Antrian jual saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mulai mereda terlihat dari jumlah lot yang mengecil.

Berdasarkan data RTI pada perdagangan kemarin, Selasa (6/12/2022), penawaran jual saham GOTO mentok di harga terendah Rp115. Adapun jumlah penawaran yang tercatat sebanyak 5,15 juta lot saham.

Level tersebut juga membuat saham GOTO terjerembab di zona auto reject bawah (ARB). Meski demikian, tekanan jual saham emiten teknologi itu tampak telah mereda.

Hal itu terlihat dari jumlah antrean penawaran jual di atas harga ARB. Dari total penawaran jual mencapai 16,15 juta lot, mayoritas harga berada di atas Rp115 per unit.

Misalnya, ada sejumlah investor yang berani memasang penawaran di level Rp160 per saham sebanyak 6,1 juta lot. Selain itu, ada pula penawaran pada level Rp119 per saham sebanyak 3,86 juta lot.

Pada posisi puncak, harga penawaran saham GOTO berada pada level Rp124. Jumlah itu lebih tinggi daripada penutupan harga pada Senin (5/12/2022) sebesar Rp123.

Di sisi lain, investor asing tercatat melakukan net buy selama 2 hari berturut-turut. Pada perdagangan kemarin, Selasa (6/12/2022), mereka tercatat memborong dengan nilai total Rp23,98 miliar di seluruh pasar.

Adapun nilai transaksi di seluruh pasar diperkirakan mencapai Rp814,1 miliar, sedangkan khusus pasar reguler hanya Rp21,8 miliar. Porsi penjualan dan pembelian investor domestik juga mulai menipis sebesar Rp667,3 miliar dan Rp643,3 miliar.

Di sisi lain, 

Nama Citibank Singapore mendadak muncul sebagai pemegang saham strategis PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).

Berdasarkan dara KSEI, Selasa (6/12/2022), Citibank Singapore S/A Goverment of Singapore tercatat menggenggam 5,80 persen saham GOTO. Jumlah itu setara dengan 68,71 miliar saham perseroan.

Bila ditelaah, Citibank sedikit banyak mengambil alih saham yang dikempit oleh Goto Peopleverse Fund. Institusi pengelola saham milik karyawan GOTO itu mulai melepas kepemilikannya setelah lock up saham dibuka. Pelepasan saham sejalan dengan dimulainya exercise ESOP oleh karyawan.

Porsi kepemilikan saham Goto Peopleverse Fund kini berkurang menjadi 7,65 persen atau setara 90,59 miliar saham. Dari posisi sebelumnya 9,03 persen atau setara 106,90 miliar saham. Dengan demikian porsi saham yang dilepas setara 16 miliar saham.

Adapun Citibank Singapore menjadi salah satu investor strategis anyar yang menjadi pemegang saham mayoritas emiten teknologi itu setelah lock up saham dibuka.

Sementara itu, Analis Bloomberg Intelligence Nathan Baidu menyatakan GOTO memiliki peluang perbaikan dari sisi fundamental pada kuartal IV/2022.

"GOTO dapat meningkatkan marjin kontribusi antara 20 basis poin sampai 25 basis poin pada kuartal IV/2022 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya," tulisnya, dikutip Selasa (6/12/2022).

Dengan begitu, marjin EBITDA mampu naik hingga 30 basis poin. Nathan melihat GOTO mampu menghasilkan monetisasi yang lebih baik, biaya promo yang rendah dan penjualan silang yang besar.

Nathan menilai meningkatnya tumpang tindih antara ekosistem Tokopedia dan Gojek seharusnya memungkinkan GoTo menaikkan biaya dan tarif merchant tanpa mengorbankan pertumbuhan pengguna.

"Penurunan berkelanjutan dalam promosi pelanggan dan biaya staf, berarti GoTo dapat mencapai kontribusi marjin lebih baik menjadi minus 0,5 persen pada kuartal akhir dari minus 0,55 persen di kuartal III/2022 dan Ebitda yang disesuaikan minus 2 persen dari minus 2,3 persen kuartal III/2022," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Goto
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top