Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kementerian BUMN Tepis Isu Bagi-bagi Bonus Direksi Jiwasraya

Kementerian BUMN membuka suara soal isu bonus bagi direksi Jiwasraya dan menyebut hal tersebut bukanlah bonus melainkan insentif yang diterima.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  16:00 WIB
Kementerian BUMN Tepis Isu Bagi-bagi Bonus Direksi Jiwasraya
Warga melintasi logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (5/10/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN membuka suara soal isu bonus bagi direksi Jiwasraya dan menyebut hal tersebut bukanlah bonus melainkan insentif yang diterima juga oleh para karyawan.

Staf Khusus Menteri BUMN III Arya Sinulingga menerangkan informasi yang didapatkannya dari manajemen Jiwasraya yang berada di bawah Indonesia Financial Group (IFG) tidak ada bonus yang dibagikan kepada direksi Jiwasraya.

"Informasi yang didapat dari manajemen, mereka tidak ada bonus, insentif ada, tapi tidak hanya direksi yang dapat, tapi seluruh karyawan dapat juga. Bahkan, kalau insentif hanya 0,8 kali gaji, semua dapat, karyawan juga dapat, tidak hanya direksi yang dapat itu," jelasnya dalam Silaturahmi bersama media, Rabu (6/12/2022).

Dia menerangkan apresiasi tersebut hasil dari kinerja selama proses restrukturisasi sehingga mendapatkan insentif, hanya 0,8 dari gaji.

"Tidak hanya direksi, karyawan juga, hampir rata semua. Direksi dan karyawan dapat," imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak 189 karyawan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Langkah ini menuai kekecewaan dari para pekerjanya, apalagi hak-hak pekerja tidak dapat diterima sepenuhnya.

Ketua Umum Serikat Pekerja Jiwasraya Hotman David menyampaikan manajemen Jiwasraya akan melakukan rasionalisasi kepada seluruh pegawai melalui tindak PHK dengan beberapa tahapan pada 2023, yang berujung pada penghentian total Jiwasraya.

"Kenyataannya kami yang masih loyal sampai saat ini, dengan melaksanakan seluruh tugas dengan baik, dihadapkan dengan kenyataan akan diberhentikan," ungkapnya.

Sekretaris Jenderal 1 Serikat Pekerja Jiwasraya Nugroho Eko Wibowo menambahkan pihaknya merasakan ketidakadilan lantaran jajaran direksi masih menerima kenaikan gaji beserta bonusnya.

"Dengan alasan ketidakmampuan perusahaan masalah keuangan, tetapi di satu sisi, direksi masih menerima kenaikan gaji, masih menerima bonus dari kementerian BUMN. Sehingga kami melihat ini ada ketidakadilan," ujar Nugroho.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Jiwasraya asuransi erick thohir
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top