Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Mulai Net Buy, Sinyal Saham GOTO Lepas dari ARB? 

Investor asing mulai mencatatkan net buy setelah 3 hari masa periode lock up berakhir. Apakah ini sinyal tren ARB segera berakhir?
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury./Istimewa
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Investor asing mulai mencatatkan net buy pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setelah periode lock-up berakhir telah memasuki hari ketiga. Akankah menjadi momentum rebound?

Pada perdagangan kemarin, Selasa (5/12/2022), harga saham GOTO kembali menyentuh area rejection bawah (ARB) untuk kesekian kalinya. Antrian jual pun masih mengular hingga di atas 200 juta lot. 

Meski berkali kali ARB dengan antrian jual yang panjang, saham GOTO tetap menarik perhatian investor. Pergerakan saham GOTO bahkan terlihat jauh lebih dinamis di pasar negosiasi.   

Pada perdagangan kemarin (5/12), total transaksi saham GOTO mencapai Rp241,5 miliar, melibatkan 4,6 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 9.615 kali. Jika data perdagangan ini diurai, turnover di pasar negosiasi tinggi menembus Rp220 miliar. Lalu sisanya hanya Rp21 miliar terjadi di pasar reguler. 

Berdasarkan data RTI jumlah lembar saham GOTO yang berpindah tangan di pasar reguler hanya sebanyak 174,2 juta lembar. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan di pasar negosiasi yang mencapai lebih dari 4,4 miliar lembar.  

Data tersebut menunjukkan perpindahan saham kemungkinan besar terjadi antara pemegang saham lama dan investor baru yang sudah mencapai kesepakatan secara bilateral. Indikasinya bisa terlihat dari sekuritas yang bertransaksi dan jumlah lot saham yang dilepas dalam satu kali transaksi.    

Selain itu investor asing mulai memborong saham GOTO di harga rendah. Pada perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp53 miliar di seluruh pasar. Pembelian di pasar negosiasi tercatat Rp52,14 miliar sedangkan di pasar reguler Rp1,05 miliar.

Bila ditelaah lebih cermat, investor asing melakukan pembelian hingga Rp98,1 miliar sedangkan penjualan sebesar Rp44,9 miliar.

Agresifnya investor asing makin diperkuat dengan aksi pembelian oleh PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia. Data RTI mencatat broker berkode CS itu melakukan pembelian sampai 822,9 juta saham. 

Selain itu, Maybank Sekuritas menjadi broker kedua yang melakukan aksi beli hingga 205,7 juta saham. Ketiga, Semesta Indovest menjadi broker yang aktif membeli saham GOTO. Di sisi lain, investor lokal masih melakukan aksi jual sebesar Rp196,6 miliar. Adapun investor melakukan pembelian sebanyak Rp143,4 miliar.

Analis Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna Pradana melihat peluang rebound  saham GOTO setelah melemah dua pekan beruntun. Ini bisa menjadi peluang bagi investor untuk mulai akumulasi ataupun trading jangka pendek. 

“Berdasarkan indikator RSI-nya, GOTO saat ini sedang berada pada area oversold atau jenuh jual, yang artinya GOTO sudah berada di akhir penurunannya dan sudah mulai menarik untuk dilakukan akumulasi.” kata Radit.

Sementara itu, saham GOTO baru saja masuk dalam papan new economy yang resmi diluncurkan pada hari ini. Keputusan perpindahan oleh Bursa berdasarkan dua aturan yaitu Ketentuan VI. Peraturan Bursa No. I-Y tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat di Papan Ekonomi Baru.

Salah satu kriteria emiten yang masuk dalam daftar papan ekonomi baru adalah termasuk dalam bidang usaha yang ditetapkan Bursa.

Bidang usaha yang dimaksud ialah teknologi dan industry otonom, genom dan/atau biomedis, teknologi keuangan, generasi internet 5G, cloud computing & big data, keamanan siber, mobil masa depan, video gaming, dan bidang usaha lainnya yang ditetapkan bursa.

Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee menjelaskan penerapan Papan Ekonomi Baru punya beberapa manfaat bagi investor dan emiten. Papan ini akan memberikan pemahaman kepada pemodal tentang karakteristik khusus sebuah emiten yakni memiliki pertumbuhan tinggi, mengoptimalkan teknologi untuk inovasi dan memacu produktivitas, berdampak pada perekonomian serta memiliki manfaat sosial. 

Dengan karakteristiknya ini, kata Hans, investor perlu menyadari bahwa perusahan yang berada di papan ini memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi dan menjadi trend di masa depan.

Maka itu, para pembeli saham di Papan Ekonomi Baru ini tidak bisa mengharapkan hasil investasi yang instan dan jangka pendek. “Dengan kata lain saham dalam papan ini cocok untuk investasi jangka panjang,” kata Hans.

Direktur Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus Papan New Economy merupakan pengakuan dari otoritas bursa tentang sektor bisnis yang telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Dari ketiga penghuni papan new economy, Maximilianus melihat GOTO berpeluang paling menarik perhatian karena kontribusinya yang luar biasa besar dalam menggerakkan perekonomian, terutama ekonomi digital.  

“GOTO merupakan satu dari tiga pilihan di sektor teknologi yang menarik. Harga sahamnya memang sudah turun jauh, namun penurunan tersebut tidak mengubah prospek fundamental bisnis GOTO itu sendiri. Pelemahan harga saham justru membuat valuasi saham GOTO semakin menarik. Tekanan yang terjadi juga perlahan akan berlalu, dan akan ada satu titik dimana OTO dapat berbalik arah,” kata Maximilianus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper