Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Baru IPO 2019, ENVY Sudah Masuk Daftar Delisting BEI 2022

BEI akan delisting saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY) lantaran masa suspensi sudah mencapai 24 bulan. Padahal ENVY baru IPO pada 2019 lalu.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  14:20 WIB
Baru IPO 2019, ENVY Sudah Masuk Daftar Delisting BEI 2022
Presiden Direktur PT Envy Technologies Indonesia Tbk Mohd Sopiyan Bin Mohd Rashdi memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, di Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan delisting terhadap PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY) lantaran masa suspensi sudah mencapai 24 bulan. Padahal ENVY baru IPO pada 2019 lalu.

ENVY juga masuk dalam pemantauan khusus dan mendapat beberapa notasi khusus. Beberapa notasi yang disematkan kepada ENVY adalah notasi L, S, Y, dan X.

Secara rinci, notasi L berarti perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan, notasi S laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha, notasi Y perusahaan tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku berakhir, dan notasi X efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan langkah delisting sesuai dengan aturan POJK No. 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal Perusahaan. Beleid ini mengatur perusahaan yang telah dilakukan delisting oleh Bursa, diwajibkan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) dan go private. 

Selain melakukan delisting, bursa akan mengumumkan informasi jajaran Direksi, Dewan Komisaris dan pemegang saham pengendali yang tercatat pada saat pailit terjadi dan memasukkan ke dalam database Bursa. Pihak-pihak yang tercatat tersebut nantinya akan dilarang menjadi Direksi, Dewan Komisaris atau pengendali perusahaan yang akan tercatat di Bursa.

“Hal ini juga merupakan upaya untuk melindungi hak-hak investor di pasar modal,” ujar Nyoman, Jumat (2/11/2022).

Nyoman juga mengingatkan agar investor mengetahui risiko dari setiap efek yang dipilih dalam berinvestasi di pasar modal. Investor diminta untuk memperhatikan setiap keterbukaan informasi dari perusahaan terkait agar dapat mengambil langkah investasi yang baik.

Bursa melakukan suspensi terhadap saham ENVY pada 1 Desember 2020 sehubungan dengan penelaahan bursa atas laporan keuangan interim per 30 September 2020. Dengan demikian masa suspensi ENVY telah mencapai 24 bulan pada 1 Desember 2022 dan memenuhi syarat untuk delisting.

Adapun dari data RTI menunjukkan jumlah investor publik yang memegang saham ENVY mencapai 1,68 miliar (1.680.673.000) saham atau 93,37 persen dari total saham yang beredar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo delisting Envy Technologies Indonesia
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top