Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Suami Puan Maharani (RAJA) Catat Laba Bersih Meroket 4.245 Persen

Rukun Raharja (RAJA) mencetak laba bersih US$4,59 juta pada kuartal III/2022, meroket hingga 4.245 persen dari US$105.747 pada kuartal III/2021.
Fasilitas infrastruktur gas PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA)./raja.co.id
Fasilitas infrastruktur gas PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA)./raja.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten milik suami Puan Maharani, Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) membukukan pendapatan sebesar US$87,87 juta atau setara Rp1,33 triliun (Kurs Rp15.247) pada kuartal III/2022. Laba RAJA tercatat meroket 4.245 persen menjadi US$4,59 juta atau setara Rp70,06 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, dikutip Jumat (2/12/2022), RAJA mencatatkan pendapatan usaha US$87,87 juta setara Rp1,33 triliun atau meningkat 17,24 persen dari periode yang sama pada tahun lalu. Pada 2021, RAJA membukukan pendapatan sebesar US$72,72 atau setara Rp1,03 triliun.

Pendapatan RAJA terdiri dari penjualan gas, pendapatan toll fee, operating maintenance, pendapatan gas compressor, dan lain-lain.

Secara rinci, penjualan gas RAJA meningkat 14,19 persen menjadi US$73,82 juta, pendapatan toll fee naik 16,58 persen menjadi US$6,59 juta, operating maintenance meroket 396 persen menjadi US$2,12 juta, pendapatan gas compressor naik 6,49 persen menjadi US$1,9 juta, dan lain-lain meningkat hingga 1.619 persen menjadi US$3,41 juta.

Selanjutnya, RAJA mencatatkan peningkatan beban pokok pendapatan dari US$62,51 juta menjadi US$73,63 juta pada kuartal III/2022. Hal ini membuat laba kotor RAJA meningkat 39,61 persen menjadi US$14,24 juta.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, RAJA membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$4,59 juta pada kuartal III/2022. Angka ini meroket hingga 4.245 persen dari US$105.747.

Sementara itu, jumlah aset RAJA meningkat 2,14 persen dari US$250,85 juta di akhir tahun 2021 menjadi US$250,85 juta pada kuartal III/2022. Di sisi lain, jumlah liabilitas meningkat 2,07 persen dari US$122,96 juta pada 31 Desember 2021 menjadi US$120,46 juta pada 30 September 2022.

Kemudian untuk kas dan setara kas akhir tahun terjadi penurunan 24,1 persen dari US$41,35 juta menjadi US$31,38 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper