Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jauh dari Jurang Resesi, Ekonomi Indonesia 2023 Masih Bullish

Melihat ekonomi Indonesia yang masih dalam tren bullish dan memiliki probabilitas kecil untuk masuk ke jurang resesi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 November 2022  |  21:00 WIB
Jauh dari Jurang Resesi, Ekonomi Indonesia 2023 Masih Bullish
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Melihat ekonomi Indonesia yang masih dalam tren bullish dan memiliki probabilitas kecil untuk masuk ke jurang resesi, analis memperkirakan Indonesia masih mampu melewati ancaman The Perfect Storm pada 2023.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia tahun depan, dari sisi moneter pemerintah dan Bank Indonesia bisa berjibaku menjaga stabilitas rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

“BI memang terus berkomitmen menjaga stabilitas moneter, dalam rangka menjaga nilai tukar rupiah dengan cara triple intervention. Dengan adanya intervensi tersebut kita lihat bahwa rupiah masih bisa bertahan menghadapi gejolak terjadinya peningkatan kinerja indeks dolar dan terus meningkatkan capital outflow,” jelasnya kepada Bisnis, saat dihubungi, Kamis (24/11/2022).

Pemerintah, lanjutnya, bisa tetap menjaga atau menerapkan kebijakan good governance untuk menstabilkan inflasi dan daya beli masyarakat agar trennya tetap positif.

“Misalnya dari kenaikan harga komoditas yang terjadi seperti BBM dalam rangka agar subsidi lebih tepat sasaran, dialihkan jadi bansos untuk menjaga ketahanan nasional, langkah-langkah seperti itu sudah cukup baik,” ujarnya.

Nafan mengatakan, menjaga daya beli penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, karena jika tidak terpenuhi ketidakstabilan politik dan keamanan akan membayangi kondisi ekonomi Indonesia, apalagi menghadapi tahun politik 2023.

Selain itu, Pemerintah bisa menggalakkan agar masyarakat lebih cinta produk dalam negeri dan hilirisasi. Langkah ini selain bisa menstabilkan nilai tukar rupiah dan juga bisa mempercepat memberikan nilai tambah pada hasil produksi dalam negeri.

“Selanjutnya, pemerintah bisa memastikan penyerapan tenaga kerja tetap tinggi. PMI Manufaktur Indonesia sendiri sampai saat ini masih ekspansi ini sudah bagus, dengan adanya faktor-faktor tadi banyak sekali yang bisa dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi,” imbuhnya.

Selanjutnya, debirokratisasi dan deregulasi perlu dilakukan untuk meningkatkan investasi luar ke Indonesia. Ini juga bisa terwujud dengan meratifikasi perjanjian ekonomi perjanjian kerja sama dengan negara lain.

“Dengan hal tersebut kita bisa melewati the perfect storm dengan baik di 2023. Kita terbebas dengan probabilitas resesi karena probabilitas kita masih rendah,” tambahnya.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menyebutkan, yang paling penting untuk menjaga kestabilan ekonomi tahun depan di antaranya dengan menjaga iklim bisnis dan fundamental ekonomi Indonesia dengan baik, seperti inflasi, momentum pertumbuhan, sentimen investasi dalam negeri.

“Terus pemerintah melanjutkan kebijakan struktural seperti omnibus law, kepastian usaha, perizinan dipercepat, digitaliasi dan sebagainya,” kata David.

David menilai sejauh ini kebijakan pemerintah Indonesia sudah semakin baik dan lengkap di berbagai sektor.

“Cuma dari sisi kebijakan fiskal tahun depan tidak terlalu banyak yang bisa diharapkan untuk mendorong ekonomi karena anggaran belanjanya naik di bawah 3 persen. Makanya, dari sentimen investasinya yang harus ditindaklanjuti, kesepakatan yang sudah ditandatangani harus diawasi terus supaya bisa benar diimplementasikan,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi mirae komoditas Harga BBM
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top