Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Telkom (TLKM) Bakal Tersengat Tambahan Frekuensi 2,1 GHz Telkomsel

Penambahan spektrum frekuensi akan menjadi penguat inovasi produk, dan layanan Telkomsel, yang pada akhirnya berdampak positif ke kinerja Telkom (TLKM).
Warga melintasi iklan Telkomsel di Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi iklan Telkomsel di Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memenangkan seleksi pengguna pita frekuensi radio 2,1 GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Penambahan spektrum frekuensi ini akan menjadi penguat bagi landasan pengembangan inovasi produk, layanan, dan bisnis digital Telkomsel, yang pada akhirnya berdampak positif kepada kinerja Telkom.  

PGS VP Investor Relation TLKM Raden Achmad Faisal mengatakan penetapan pemenang disampaikan melalui Siaran Pers Kemkominfo No. 498/HM/KOMINFO/11/2022 tertanggal 4 November 2022.

"Tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan bergerak seluler, guna menghadirkan pengalaman gaya hidup digital terdepan, sekaligus mengakselerasi transformasi digital di sektor industri melalui pemerataan akses broadband yang andal, cepat, merata dan setara hingga pelosok negeri," kata Faisal, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2022).

Dia melanjutkan, dengan penetapan Telkomsel sebagai pemenang pengguna pita frekuensi radio 2,1 GHz pada rentang 1975–1980 MHz tersebut, komposisi alokasi lisensi frekuensi yang dimiliki Telkomsel berubah.

Komposisi alokasi lisensi frekuensiTelkomsel berubah menjadi frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 50 MHz atau 30 MHz dengan alokasi penggunaan nasional dan 20 MHz dengan alokasi penggunaan berdasarkan zona atau tidak nasional.

Lalu frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 20 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, dan frekuensi 800/900 MHz dengan lebar pita 15 MHz, dimana pita 2,1 GHz, 1,8 GHz dan 800/900 MHz untuk alokasi penggunaan nasional.

Dia melanjutkan, penambahan spektrum tersebut akan dioptimalkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan bergerak seluler.

"Penambahan jaringan juga akan digunakan untuk mendorong akselerasi penggelaran infrastruktur 4G/LTE yang memiliki kualitas prima dengan cakupan terluas hingga wilayah 3T, serta memperluas cakupan 5G secara bertahap dan terukur sesuai kebutuhan pelanggan," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper