Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Laba Bersih RS Siloam (SILO) Turun 15,5 Persen, Efek Apakah Ini?

Emiten anak usaha Lippo Karawaci, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) alami penurunan kinerja keuangan pada kuartal III tahun 2022.
Artha Adventy
Artha Adventy - Bisnis.com 03 November 2022  |  03:00 WIB
Laba Bersih RS Siloam (SILO) Turun 15,5 Persen, Efek Apakah Ini?
RS Siloam Semanggi - siloamhospitals
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten anak usaha Lippo Karawaci, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) alami penurunan kinerja keuangan pada kuartal III tahun 2022.

SILO membukukan kenaikan pendapatan untuk segmen spesialis sebesar 23,2 persen yaitu sebesar Rp1,54 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat hanya Rp1,25 triliun. Sedangkan pendapatan segmen nonspesialis mengalami penurunan tipis di angka Rp5,38 triliun dibandingkan kuartal III tahun 2021 yang tercatat Rp5,89 triliun.

Berdasarkan data laporan keuangan SILO pada laman Bursa Efek Indonesia, tercatat penurunan laba bersih SILO sebanyak 15,5 persen dari Rp 31,9 miliar pada 2021 menjadi Rp449,2 miliar per kuartal III/2022. Tak hanya laba, pendapatan SILO juga mengalami penurunan sebesar 2,9 persen dari Rp7,14 triliun per September 2021 menjadi hanya Rp6,93 triliun per September 2022.

Meski demikian Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk. Darjoto Setyawan dalam rilis resminya mengatakan siloam berhasil meraih pencapaian finansial dan operasi terbaik sejak kuartal IV tahun 2021.

“Saya sangat optimis akan potensi siloam untuk sisa tahun ini dan seterusnya,” kata Darjoto.

Pada rilis tersebut juga dijelaskan perolehan pendapatan SILO didominasi oleh rawat inap yang mencapai Rp 3,86 triliun dan rawat jalan diangka Rp3,06 triliun.

“Saat pendapatan menurun, beban pokok pendapatan justru meningkat dari Rp4,38 triliun pada 2021 menjadi Rp4,44 triliun per kuartal III/2022,” dikutip dalam rilisnya.

Perseroan mencatat jumlah Inpatient Days dan Jumlah Pasien Rawat Jalan tertinggi dibandingkan 10 kuartal sebelumnya.

Inpatient Days pada kuartal III/2022 ini meningkat 8,3persen menjadi 587.617 hari dibandingkan dengan periode yang sama tahun llau yang tercatat 542.772 hari. SILO juga mengklaim telah melayani lebih dari 2,2 juta Pasien Rawat Jalan, meningkat 32,2 persen. Sedangka jumlah Inpatient Days tercatat pada 219.689 hari, meningkat 16,8% dan 22,1% dibandingkan dengan Inpatient Days pada kuartal II/2022 dan kuartal I/2022.

Anak usaha Lippo Grup ini juga mencatatkan 841.607 kunjungan Rawat Jalan di kuartal III/2022, meningkat 17,9 persen dan 20,4 persen masing-masing jika dibandingkan dengan dua kuartal sebelumnya.

“Pertumbuhan volume pasien tidak terkonsentrasi pada program medis tertentu, melainkan dari berbagai jenis spesialisasi. Layanan unggulan Siloam seperti Onkologi, Kardiologi, Neurologi dan Urologi terus bertumbuh melebihi pra-pandemi sementara kasus medis telah kembali, menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis manajemen dalam rilisnya.

Sementara itu, total aset Siloam Hospitals per September 2022 mencapai Rp9,36 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi daripada periode kuartal IV/2021 yang berada di angka Rp9,30 triliun. Dengan angka liabilitas sebesar Rp2,56 triliun dan ekuitas sebesar Rp 6,79 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siloam lippo group laba bersih rumah sakit silo
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top