Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hermanto Tanoko Cuan Rp32,4 Miliar, 2 Hari setelah Beli Saham CAKK

Grup Tancorp milik taipan Hermanto Tanoko mendulang potensi cuan dari kenaikan harga saham PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 Oktober 2022  |  17:21 WIB
Hermanto Tanoko Cuan Rp32,4 Miliar, 2 Hari setelah Beli Saham CAKK
Grup Tancorp milik taipan Hermanto Tanoko mendulang potensi cuan dari kenaikan harga saham PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK). - Instagram
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Portofolio Hermanto Tanoko semakin cuan setelah peningkatan saham PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK) pada dua hari terakhir, setelah diakuisisi oleh Grup Tancorp.

Kemarin, saham CAKK melonjak menyentuh batas auto reject atas (ARA) seiring dengan masuknya Grup Tancorp milik konglomerat Hermanto Tanoko sebagai pemegang saham.

Pada perdagangan Kamis (20/10/2022), saham CAKK melonjak 24,32 persen atau 54 poin menjadi Rp276. Selanjutnya, pada Jumat (21/10/2022), saham CAKK sempat melejit ke level Rp338. Namun, investor melakukan profit taking di tengah perdagangan sehingga saham CAKK ditutup naik 2 poin atau 0,72 persen ke Rp278.

Sepanjang 2022, saham CAKK melonjak 183,67 persen. Pada 5 Agustus 2022, Bursa Efek Indonesia pernah melakukan suspensi terhadap saham CAKK akibat peningkatan yang terlalu tinggi dalam jangka pendek.

PT Tancorp Bangun Indonesia (TBI) telah melakukan pembelian saham CAKK di pasar negosiasi dari PT Marissi Idola Sumber Sejahtera, Johan Silitonga, dan Luciana Sutanto pada 19 Oktober 2022.

Total saham yang dibeli adalah 662 juta lembar atau setara dengan 55,02 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan. Saham tersebut dibeli di Harga Rp229 per lembar sehingga total transaksi akuisisi mencapai Rp151,59 miliar.

Dengan demikian, dalam dua  Grup Tancorp milik Hermanto Tanoko sudah meraih potensi cuan Rp32,43 miliar. Perhitungan itu didapat dari selisih harga beli saham CAKK Rp229 saham dengan harga saat penutupan hari ini Rp278 per saham.

Jika dikalikan dengan 662 juta saham, maka didapatkan angka potensi cuan Rp32,43 miliar. Namun, nilai tersebut masih berupa potensi karena belum dicairkan dalam bentuk tunai.

Sebelum pengambilalihan produsen keramik merk Kaisar tersebut, Tancorp Bangun Indonesia tidak memiliki kepemilikan saham di CAKK. Keduanya juga tidak memiliki hubungan afiliasi sebagaimana tertuang dalam Pasal 7 ayat (2) POJK No. 9/2018.

Direksi Tancorp Bangun Indonesia menjelaskan akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat dan mengembangkan portofolio investasi di sektor industri bahan bangunan. CAKK sebagai produsen keramik dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang pada masa mendatang.

“Dengan pengambilalihan tersebut, TBI juga akan memberikan nilai tambah kepada CAKK melalui rencana pengembangan usaha CAKK,” tulis direksi Tancorp Bangun Indonesia.

Seiring dengan pengambilalihan ini, Tancorp Bangun Indonesia akan melaksanakan tender offer kepada seluruh saham CAKK yang dimiliki oleh publik, dengan mempertimbangkan ketentuan dalam Peraturan OJK No. 9/2018.

Adapun 249.999 saham Tancorp Bangun Indonesia atau 99,99 persennya dikuasai oleh PT Tancorp Global Sentosa, sementara sisanya sebanyak 1 saham dimiliki oleh PT Bemeroca Uniti Abadi Harmoni.

Hermanto Tanoko tercatat sebagai direktur Utama TBI dan Belinda Natalia mengisi posisi direktur. Akuisisi ini sekaligus menambah daftar perusahaan dalam portofolio Group Tancorp, menyusul emiten lainnya seperti PT Avia Avian Tbk. (AVIA), PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE), serta PT Mega Perintis Tbk. (ZONE).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

CAKK Cahayaputra Asa Keramik saham Hermanto Tanoko Tancorp
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top