Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Itama Ranoraya (IRRA) Dapat Kredit Rp450 Milar dari Bank Danamon

PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) meraih kredit dari Bank Danamon untuk perluasan pasar, pengembangan produk, dan pengembangan SDM.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 Oktober 2022  |  14:35 WIB
Itama Ranoraya (IRRA) Dapat Kredit Rp450 Milar dari Bank Danamon
PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) meraih kredit dari Bank Danamon untuk perluasan pasar, pengembangan produk, dan pengembangan SDM. - Bisnis - Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten di bidang peralatan dan perlengkapan medis, PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA), memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp450 miliar dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN).

Pemberian fasilitas kredit ini ditandai dengan penandatanganan antara Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif dengan Business Head Enterprise Banking Bank Danamon Region Jawa Barat Flint Indrawan Kamil di Jakarta, awal Oktober 2022.

Heru menjelaskan fasilitas kredit yang diberikan Bank Danamon tersebut meliputi kredit modal kerja sebesar Rp300 miliar dan sisanya berupa fasilitas Bank Garansi. Bertindak sebagai penjamin PT Global Dinamika Kencana, selaku pemegang saham terbesar di IRRA.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk perluasan pasar, pengembangan produk, dan pengembangan SDM. Menurut Heru, peluang pasar produk alat kesehatan (alkes) di Indonesia masih menjanjikan. Hal itu seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas kesehatan dan bertambahnya jumlah fasilitas layanan kesehatan di Indonesia.

Berdasarkan data yang disajikan Sekretariat Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan terus meningkat. Dari 193 perusahaan di tahun 2015, telah mencapai 891 perusahaan pada tahun 2021. Dalam lima tahun terakhir, industri manufaktur alat kesehatan dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau meningkat 361,66 persen.

Sementara itu, nilai pasar alat kesehatan di Indonesia telah tumbuh dari sekitar Rp65 triliun di tahun 2016 hingga menjadi Rp85 triliun di tahun 2020, dan melonjak lagi menjadi sekitar Rp94 triliun pada tahun 2021. Melihat trennya, pertumbuhan itu akan terus berlanjut di tahun 2022 ini.

"Pertumbuhan yang terjadi pada sektor alat kesehatan menjadi pendorong bagi Itama untuk meningkatkan penjualan produknya. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini untuk pengembangan bisnis. Baik perluasan pasar maupun pengembangan produk," kata Heru dalam siaran pers, Jumat (21/10/2022).

Penambahan dan pengembangan produk consumer health IRRA akan difokuskan pada produk-produk surgical, imaging dan diagnostic yang diperuntukkan bagi pasar rumah sakit.

Untuk keperluan tersebut, Itama menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan alat kesehatan terkemuka. Yang terbaru adalah kesepakatan kerjasama dengan PT Medtronic Indonesia, produsen peralatan medis berteknologi terkemuka yang beroperasi di lebih dari 150 negara lintas dunia.

Kerja sama itu mencakup pemasaran dan promosi produk milik Medtronic oleh Itama Ranoraya di pasar wilayah Indonesia.

Produk yang dipasarkan berupa mesin diatermi generasi terbaru yang penggunaannya mencakup seluruh spesialisasi bedah seperti bedah ginekologi, bedah digestive (saluran cerna), bariatric (obesitas), bedah umum, bedah urologi, bedah THT, dan bedah jantung.

"Sementara rencana perluasan pasar akan diarahkan ke segmen noninstansi seperti rumah sakit-rumah sakit swasta dan ritel," tambah Heru.

Terkait rencana perluasan pasar ini, Itama baru saja merekrut seorang direktur komersial baru yang memiliki pengalaman panjang di dunia ritel alat kesehatan. Nama direktur komersial baru ini akan segera diumumkan dalam RUPS November mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Itama Ranoraya IRRA bank danamon bdmn kredit
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top