Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspansif! Alfamart (AMRT) Kejar Target Tambah 800 Gerai Tahun Ini

Penambahan gerai Alfamart tidak hanya mengandalkan modal perusahaan, sekitar 30 persen gerai Alfamart tercatat berstatus gerai waralaba.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memperluas ekspansi bisnisnya dengan meresmikan gerai ke-1.000 di Filipina.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memperluas ekspansi bisnisnya dengan meresmikan gerai ke-1.000 di Filipina.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola jaringan Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melanjutkan ekspansi gerai di pengujung 2022. Perseroan optimistis total penambahan gerai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

AMRT mematok target penambahan gerai baru sebanyak 800 Sampai 1.000 unit pada 2022 dengan alokasi belanja modal (capex) mencapai Rp3,5 triliun. Sampai dengan Agustus 2022, AMRT telah membuka 812 gerai baru dengan serapan capex sekitar Rp1,5 triliun.

“Ekspansi saat ini on the track dan sesuai dengan perencanaan yang kami buat pada awal tahun. Di tengah kondisi ini, kami masih terus ekspansi sesuai rencana,” kata Direktur AMRT Solihin, Selasa (18/10/2022).

Solihin tidak memungkiri aksi pembukaan gerai-gerai baru diikuti pula dengan penutupan sejumlah gerai. Penutupan sendiri bisa terjadi jika pemilik gerai memutuskan mengakhiri kontrak atau performa gerai belum sesuai harapan.

“Namun jumlah penambahan sudah mendekati target tahun ini,” tambah Solihin.

Corporate Communication GM Alfamart Rani Wijaya mengatakan penambahan gerai Alfamart tidak hanya mengandalkan modal perusahaan, sekitar 30 persen gerai Alfamart tercatat berstatus gerai waralaba.

“Dari total sekitar 17.600 toko yang kami kelola saat ini, 30 persen di antaranya adalah waralaba. Kami punya komitmen jadi jaringan distribusi UKM dan masyarakat luas,” kata Rani.

Pendapatan neto AMRT mencapai Rp47,88 triliun pada semester I/2022, naik 13,91 persen dibandingkan dengan Rp42,03 triliun yang diperoleh di semester I/2021.

Kenaikan pendapatan AMRT juga diikuti dengan naiknya beban pokok pendapatan menjadi Rp37,95 triliun, dari Rp33,46 triliun pada semester I/2021 atau naik 13,43 persen yoy. Meski demikian, perusahaan masih membukukan kenaikan laba kotor sebesar 15,79 persen yoy menjadi Rp9,92 triliun dan laba usaha naik 49,09 persen yoy menjadi Rp1,67 triliun.

Dengan demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AMRT melesat 44,82 persen menjadi Rp1,23 triliun, dari sebelumnya Rp853,28 miliar pada semester I/2021.

Rapor hijau Alfamart selama paruh pertama 2022 sejalan dengan aktivitas investasi yang meningkat. AMRT melaporkan kas neto yang yang digunakan untuk aktivitas investasi mencapai Rp2,50 triliun, meningkat 62,23 persen dibandingkan dengan Rp1,54 triliun yang digelontorkan untuk investasi di semester I/2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper