Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Insentif PPN DTP Berakhir, Cek Prospek Saham Ciputra (CTRA)

Sucor Sekuritas memberikan rekomendasi buy terhadap saham CTRA dengan target harga Rp1.200 per saham.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 09 Oktober 2022  |  12:15 WIB
Insentif PPN DTP Berakhir, Cek Prospek Saham Ciputra (CTRA)
Tengara atau landmark Perumahan CitraRaya Tangerang, salah satu proyek properti besutan PT Ciputra Development Tbk.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Berakhirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti dinilai akan menekan kinerja emiten terkait. Sektor properti juga akan semakin terbebani dengan adanya kenaikan suku bunga acuan dan ancaman inflasi.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan insentif PPN DTP telah mendongkrak penjualan properti selama setahun terakhir. Hal ini bersamaan dengan adanya relaksasi loan to value (LTV) untuk kredit properti dan suku bunga yang berada pada level terendah selama 10 tahun terakhir.

“Hal ini terlihat dari lonjakan penjualan (marketing sales) bahkan dibandingkan dengan pre-Covid,” ujar Jono kepada Bisnis dikutip pada Minggu (9/10/2022).

Lebih lanjut, Jono menilai tidak diperpanjangnya insentif PPN DTP akan menurunkan daya beli masyarakat. Hal ini yang kemudian menjadi salah satu faktor penekan kinerja sektor properti.

Jono merekomendasikan saham CTRA dengan target harga Rp1.500 per saham. Hal ini lantaran CTRA memiliki lokasi yang paling terdiversifikasi terutama di luar Jawa sebagai daerah penghasil komoditas.

“CTRA juga memiliki neraca yang kuat sehingga tetap dapat ekspansif, juga memiliki pendapatan berulang yang stabil dari bisnis mall, hotel dan rumah sakit,” ujar Jono.

Adapun segmen bisnis yang dimiliki oleh CTRA diperkirakan terus bertumbuh seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Adanya relaksasi pembatasan sosial dan kunjungan juga menjadi faktor yang dapat menunjang kinerja sektor properti.

Analis Sucor Sekuritas Benyamin Mikael memproyeksikan CTRA dapat memperoleh marketing sales hingga Rp8,8 triliun pada tahun 2023. Angka ini naik 5 persen dari target Rp8,4 triliun pada tahun 2022.

Proyeksi dari Sucor tak lepas dari kinerja CTRA yang telah mengalami pertumbuhan marketing sales hingga 75 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal III/2022. Adapun secara year-to-date (ytd) CTRA memperoleh marketing sales hingga Rp6,5 triliun dari target Rp8,4 triliun.

“Marketing sales kuartal III/2022 tumbuh kuat sebesar 75 persen secara tahunan dan 27 persen secara kuartalan, menjadi Rp2,6 triliun dan sebagian besar didukung oleh peluncuran produk baru yang agresif yang berkontribusi 55 persen [Rp1,4 triliun] dari total marketing sales untuk kuartal tersebut,” ujar Benyamin dalam risetnya dikutip pada Minggu (9/10/2022).

Menurut Benyamin, berakhirnya insentif PPN DTP dan adanya prospek kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat membatasi permintaan. Dari sisi pendapatan, Benyamin menilai CTRA akan mengalami penurunan hingga 7,4 pesan secara yoy menjadi Rp1,8 triliun.

Sucor Sekuritas memberikan rekomendasi buy terhadap saham CTRA dengan target harga Rp1.200 per saham. Kuatnya pendapatan dari marketing sales disebut dapat mendorong sentimen dari pada CTRA.

“Kami menyukai CTRA karena portofolio proyeknya yang beragam di 34 kota di Indonesia yang meminimalkan risiko konsentrasi, ditambah dengan prospek pendapatannya yang kuat yang dapat melampaui tingkat pra-pandemi,” ujar Benyamin.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra development ciputra rekomendasi saham Tarif PPN emiten properti insentif pajak
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top