Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Beranjak Lewati 7.000, Mampukah ADRO dan ITMG Menjadi Penopang?

IHSG bakal menguji level psikologisnya di posisi 7.000, mampukah saham ADRO, ITMG, HRUM menjadi penopang?
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  08:00 WIB
IHSG Beranjak Lewati 7.000, Mampukah ADRO dan ITMG Menjadi Penopang?
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG bakal menguji level psikologisnya di posisi 7.000, mampukah saham ADRO, ITMG, HRUM menjadi penopang?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,44 persen ke level 7.009 pada perdagangan Senin (4/10/2022).

Tim Riset Phintraco Sekuritas mengatakan, jika IHSG tidak mampu mempertahankan posisinya di atas level psikologis 7.000, maka IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya hari ini (4/10/2022).

"Secara teknikal, negative slope pada MACD cenderung kembali melebar, mendukung proyeksi tersebut," tulis Phintraco Sekuritas, Selasa (4/10/2022).

Menurut tim riset Phintraco Sekuritas, IHSG dibayangi oleh berlanjutnya kecenderungan pelemahan nilai tukar rupiah sejak pertengahan September 2022. Hal ini berkaitan dengan keputusan the Fed untuk kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 75 bps (21/9/2022) dan petunjuk jika The Fed masih akan mempertahankan kenaikan suku bunga agresif untuk beberapa waktu kedepan.

Selain itu, rencana OPEC+ untuk memangkas volume prodksi sebesar 1 juta barel per hari mulai pekan depan semakin memperkuat keyakinan terhadap kenaikan suku bunga agresif The Fed tersebut.

Pasalnya, rencana tersebut akan diikuti kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di AS.

Dari dalam negeri, inflasi juga menjadi concern setelah inflasi di September 2022 naik ke 5,95 persen yoy dari 4,69 persen yoy di Agustus 2022. Kenaikan ini meningkatkan tekanan bagi BI untuk kembali menaikan suku bunga acuan di Oktober 2022.

Phintraco Sekuritas memperkirakan resistance IHSG akan berada pada level 7.080, dengan support di level 6.950.

"Mempertimbangkan sentimen-sentimen di atas, waspadai potensi peningkatan fluktuasi pada saham rate-sensitive dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.

Di sisi lain, saham defensif, seperti ICBP dan UNVR, serta sejumlah saham energi, termasuk ADRO, ITMG, HRUM, MEDC dan INDY masih dapat diperhatikan hari ini, Selasa (4/10/2022).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham adaro itmg
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top