Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bitcoin Anjlok ke US$18.700-an, Ethereum Ambruk 7 Persen

Pergerakan harga Bitcoin hari ini terpengaruh oleh saham AS yang berkinerja buruk pada Selasa (27/9/2022). Investor tampak menghindari aset berisiko.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 September 2022  |  14:32 WIB
Harga Bitcoin Anjlok ke US$18.700-an, Ethereum Ambruk 7 Persen
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya pada Rabu (28/9/2022) siang terpantau kembali melemah setelah sempat reli pada Selasa kemarin.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (28/9/2022) sebanyak 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) anjlok 6,36 persen ke US$18.769 per keping, dan turun 1,25 persen selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam sebesar 7,09 persen ke US$1.284 di waktu yang sama dan ambles 3,93 persen sepekan terakhir. Altcoin lainnya, XRP anjlok 10,08 persen, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) turun harga lebih dari 5 persen di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan pasar kripto saat ini sedang kembali bergelojak yang disebabkan oleh beberapa faktor. Ia menjelaskan, investor semakin menghindari aset kripto setelah beberapa pejabat The Fed silih berganti menyampaikan komentar yang menegaskan niatan untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, sentimen negatif datang dari pejabat The Fed yang mengeluarkan komentar bahwa The Fed perlu mengerek suku bunga lebih tinggi lagi untuk sementara waktu demi mengendalikan inflasi," kata Afid dikutip dari keterangan resminya, Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, komentar-komentar tersebut sangat mempengaruhi pasar kripto dan saham. Rentetan pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa The Fed tidak akan segera mengubah pandangan moneternya. Jika otoritas moneter tersebut bertindak terlalu hawkish, maka pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi taruhannya.

Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh saham AS yang berkinerja buruk pada Selasa (27/9/2022) lalu. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari investasi aset berisiko.

"Hal ini dapat dimaklumi mengingat investor kripto selalu mengacu pada pasar saham AS untuk melihat selera risiko investor secara umum. Secara indeks saham AS sedang terpukul juga oleh komentar dari beberapa pejabat The Fed yang menegaskan pentingnya pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi," ungkap Afid.

Di samping itu, pasar kripto terpukul oleh penguatan nilai indeks Dolar AS (DXY) yang menyentuh level 114,69 atau menanjak 0,51 persen hingga Rabu siang. Banyak investor yang mulai melepaskan kepemilikan kriptonya dan menghentikan akumulasi untuk beralih ke dolar AS yang jadi aset safe haven.

Dari sisi pergerakan harga, Bitcoin belum mampu melanjutkan tren bullish walaupun sempat kembali menyentuh level psikologisnya di US$20.000.

“Area support Bitcoin saat ini pada level US$18.125. Jika harga Bitcoin kembali menguat, kemungkinan bisa naik ke level US$19.610,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin Ethereum aset kripto cryptocurrency
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top