Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Kripto Terra Classic LUNC Melonjak 40 Persen saat Pendirinya Diincar Interpol

Harga token kripto LUNC meningkat meskipun pendirinya Do Kwon menjadi buronan internasional.
Tangkapan layan harga token Terra Luna di situs Coinbase pada Jumat, 8 April 2022. Harga aset ini anjlok hingga 99,98 persen hingga menyentuh $0.00003618 pada Jumat (13/5/2022)./Bloomberg
Tangkapan layan harga token Terra Luna di situs Coinbase pada Jumat, 8 April 2022. Harga aset ini anjlok hingga 99,98 persen hingga menyentuh $0.00003618 pada Jumat (13/5/2022)./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga token kripto Terra Clasics (LUNC) meningkat lebih dari 40 persen dalam 24 jam terakhir di tengah kabar pendirinya Do Kwon yang telah menjadi buronan internasional dari Interpol.

Diketahui, token LUNC merupakan token awal dari ekosistem Terra yang telah runtuh pada Mei 2022 bersama dengan stablecoin UST atau USTC. Harga token LUNC dan USTC runtuh hingga nilainya turun lebih dari 99 persen.

Namun, dikutip dari CoinMarketCap, harga LUNC kini meningkat 44,28 persen dalam 24 jam terakhir di perdagangan hari ini, Selasa (27/9/2022), menjadi US$0.0002938.

Nilai token tersebut melesat karena bursa kripto global Binance mengumumkan adanya skema burn baru pada LUNC. Skema baru ini akan mendukung upaya pengurangan pasokan beredar guna membangkitkan kembali token LUNC.

Skema baru ini juga menghilangkan biaya perdagangan yang setara ketika seorang pedagang menjual atau membeli LUNC. Pedagang di Binance dapat memilih untuk menerapkan biaya burn 1,2 persen secara sukarela.

Ada beberapa pandangan kalau biaya dari Binance ini dapat membuat para pedagang LUNC beralih dari Binance ke bursa lain yang tidak menerapkan skema burn.

“Namun, skema burn Binance ini hampir sama sekali tidak berguna bagi orang-orang LUNC, tetapi mereka tidak menyadarinya,” kata pedagang kripto Ogle dikutip dari CoinDesk pada Selasa (27/9/2022).

Sedangkan, melesatnya harga LUNC kini terjadi di tengah kabar dijadikannya pendiri LUNC yakni Do Kwon sebagai buruan Interpol. Mengutip Bloomberg, Senin (26/9/2022), Jaksa di Seoul, Korea Selatan mengatakan pada Senin dalam pesan teks bahwa organisasi polisi internasional telah mengeluarkan Red Notice untuk Kwon.

Pejabat Korea Selatan menuduh Kwon dan lima orang lainnya melakukan kejahatan termasuk pelanggaran hukum pasar modal.

Kwon awal tahun ini pindah dari Korea Selatan ke Singapura, di mana proyek pengembang Terra, Terraform Labs yang sekarang runtuh memiliki kantor, tetapi lokasinya menjadi tidak jelas setelah otoritas Singapura pada 17 September 2022 mengatakan dia tidak lagi di sana.

Regulator di seluruh dunia memang telah memusatkan perhatian pada Do Kwon dan Terra-nya mengingat gejolaknya di pasar cryptocurrency, terutama saat runtuhnya token Terra ini heboh pada Mei 2022.

Beberapa investor Terra mengajukan keluhan kepada Kejaksaan Korea Selatan pada Mei 2022. Mereka menuduh Do Kwon dan perusahaannya telah melakukan penipuan dan terlibat dalam penggalangan dana ilegal.

Hancurnya Terra juga berkontribusi pada bangkrutnya dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital. Padahal, Three Arrows Capital pernah menjadi dana lindung nilai kripto dengan profil tinggi. Kemudian, matinya dana lindung nilai kripto ini sangat berdampak pada sejumlah pemberi pinjaman kripto lainnya termasuk BlockFi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper