Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smelter Timah (TINS) Operasi November 2022, Bisa Efisiensi 34 Persen

Timah (TINS) memperkirakan tingkat efisiensi dan kontribusi dari smelter Ausmelt Furnace bisa mencapai 25 persen hingga 34 persen.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 September 2022  |  11:42 WIB
Smelter Timah (TINS) Operasi November 2022, Bisa Efisiensi 34 Persen
Suasana fasilitas pengolahan timah milik PT Timah Tbk. (TINS) di Mentok, Bangka, Indonesia, Selasa (19/11/2013). - Bloomberg/Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang logam di bawah MIND ID, PT Timah Tbk. (TINS), menargetkan proyek smelter terbaru perusahaan Ausmelt Furnace mulai beroperasi pada November 2022. Operasional smelter tersebut diproyeksikan bisa menambah efisiensi di kisaran 25 persen sampai 30 persen.

Sekretaris Perusahaan TINS Abdullah Umar menjelaskan perkembangan proyek Ausmelt Furnace telah mencapai 97 persen. Proyek yang diperkirakan menyerap investasi US$80 juta tersebut bakal memiliki kapasitas sebesar 40.000 ton crude tin per tahun.

“Sebenarnya ditargetkan beroperasi awal 2022. Namun karena Covid-19, terdapat beberapa hal yang kemudian membuat proyek mundur. Saat ini progress-nya sudah 97 persen dan perkiraan November 2022 sudah mulai operasi,” kata Abdullah dalam Public Expose Live, Rabu (14/9/2022).

Proyek Ausmelt Furnace menjadi smelter pertama yang dimiliki TINS dalam beberapa dekade terakhir. Abdullah mengatakan smelter tersebut dilengkapi dengan teknologi terbaru dengan kemampuan mengolah atau melebur konsentrat bijih timah dengan kadar paling Kecil 40 persen atau kategori low grade.

“Smelter kami saat ini hanya bisa melakukan peleburan untuk konsentrat bijih timah dengan kadar 70 persen. Artinya dengan smelter baru akan jadi lebih efisien. Tentunya ini bagian dari upaya kami untuk memperdalam bisnis ke penambangan primer,” paparnya.

Proses peleburan konsentrat timah dan peleburan terak bisa lebih cepat dengan smelter baru. TINS memperkirakan tingkat efisiensi dan kontribusi dari Ausmelt Furnace bisa mencapai 25 persen hingga 34 persen.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen TINS Fina Eliani menjelaskan pendanaan proyek Ausmelt Furnace didukung oleh Finnvera dan Indonesia Eximbank dengan fasilitas mencapai US$73 juta. Namun, Fina mengatakan pendanaan yang akan diserap hanya sebesar US$68 juta.

“Sebagaimana disampaikan, operasional smelter ini akan memberi efisiensi 25 persen sampai 34 persen. Sehingga sebesar itu pulalah kemungkinan akan menambah profitabilitas perseroan pada tahun berikutnya,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timah tins smelter MIND ID
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top