Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Batu Bara Bakal Dorong Kinerja ITMG, Saham Menuju Rp51.500?

MNC Sekuritas memberikan rating Buy untuk saham Indo Tambangraya Megah (ITMG).
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 September 2022  |  04:45 WIB
Harga Batu Bara Bakal Dorong Kinerja ITMG, Saham Menuju Rp51.500?
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. - itmg.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara telah menyentuh US$435 per ton, atau tumbuh 145,07 persen dari tahun ke tahun (year-on-year/yoy), dan naik 156,49 persen sepanjang tahun ini (year-to-date/ytd). Hal ini akan membawa keuntungan bagi emitennya seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) setidaknya hingga akhir 2022.

Laba bersih ITMG melesat 291,77 persen secara yoy pada semester I/2022 menjadi US$460,82 juta atau setara Rp6,85 triliun (kurs Jisdor 30 Juni 2022 Rp14.882 per dolar AS). Pada semester I/2021, ITMG hanya mengantongi laba bersih sebesar US$117,62 juta.

Peningkatan besar laba bersih ITMG tidak terlepas dari kenaikan pendapatan bersih perseroan sepanjang Januari-Juni 2022. Pada periode ini, pendapatan bersih ITMG mencapai US$1,42 miliar atau sekitar Rp21,15 triliun, 110,19 persen lebih tinggi daripada pendapatan bersih semester I/2021 sebesar US$676,30 juta.

Pendapatan perseroan ini sebagian besar diperoleh dari penjualan batu bara ke pihak ketiga yang mencapai US$1,37 miliar. Adapun penjualan batu bara ke pihak berelasi selama periode ini tercatat sebesar US$41,66 juta.

MNC Sekuritas melihat kenaikan harga batu bara akan berlanjut setidaknya hingga awal tahun 2023. Beberapa faktor pendukung harga batu bara seperti krisis energi gas masih terjadi di Eropa, setelah perusahaan gas dari Rusia (Gazprom) memperketat pasokannya, dan krisis listrik yang terjadi di China pada 22 Agustus mendorong peningkatan permintaan batub ara lebih banyak. Selain itu, menjelang musim dingin, siklus kenaikan harga batu bara berpotensi berulang.

“Oleh karena itu, kami meningkatkan perkiraan harga jual rata-rata [average selling price/ASP] ITMG untuk 2022 menjadi US$180-195 per ton, dibandingkan US$150 per ton sebelumnya, karena kami yakin harga akan tetap tinggi untuk sisa tahun ini,” kata analis MNC Sekuritas Aqil Triyadi, dikutip Kamis (8/9/2022).

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli atau buy saham ITMG dengan target harga yang lebih tinggi Rp51.500 menyiratkan 4,53x/2,52x PE/PBV estimasi sepanjang 2022.

“Kami percaya ITMG akan memberikan kinerja yang solid sepanjang tahun, terutama didukung oleh meningkatnya permintaan dari aktivitas industri China meskipun produksi flat karena cuaca buruk,” ujarnya.

Selain itu, ITMG secara konsisten menerapkan strategi efisiensi biaya untuk memaksimalkan profitabilitasnya, sehingga menghasilkan kinerja keuangan yang solid meskipun pandemi berkepanjangan dan aktivitas penambangan yang lebih lambat karena cuaca ekstrem.

Adapun, ITMG secara konsisten membagikan dividen dalam 5 tahun terakhir dengan rata-rata dividend yield sebesar 9 persen. Risiko ITMG ke depannya antara lain harga batu bara lebih rendah dari yang diharapkan, cuaca buruk, dan kebijakan pemerintahan yang tidak menguntungkan.

Harga saham ITMG pada  akhir perdagangan Kamis (8/9/2022) mengalami penurunan 3,12 persen atau 1.375 poin ke Rp42.650. Meski turun, dalam setahun harga saham ITMG melesat 160,06 persen dan sepanjang 2022 berjalan harganya naik 109,07 persen.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indo tambangraya megah rekomendasi saham itmg emiten batubara mnc sekuritas harga batu bara
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top