Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Targetkan Penerbitan SBN Rp712,93 Triliun pada 2023

Upaya pemenuhan target pembiayaan utang melalui penerbitan SBN tahun 2023 akan dilakukan dengan memprioritaskan instrumen SBN berdenominasi rupiah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  13:20 WIB
Jokowi Targetkan Penerbitan SBN Rp712,93 Triliun pada 2023
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat daerah asal Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi. Pada upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 kemerdekaan RI di Jakarta, Rabu (17/8 - 2022). Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan pembiayaan utang dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp712,93 triliun dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

Dalam Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Joko Widodo, jumlah tersebut naik tipis 0,2 persen jika dibandingkan dengan outlook APBN tahun 2022 sebesar Rp711,57 triliun.

Ia menjelaskan, upaya pemenuhan target pembiayaan utang melalui penerbitan SBN tahun 2023 akan dilakukan dengan memprioritaskan instrumen SBN berdenominasi rupiah.

“Pemilihan instrumen dan tenor penerbitan akan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain kebijakan pengelolaan utang, biaya penerbitan SBN, risiko pasar keuangan domestik dan global, preferensi investor, serta kapasitas daya serap pasar SBN domestik,” jelasnya dikutip dari Buku Nota Keuangan dan RAPBN 2023, Kamis (18/8/2022).

Secara umum, penerbitan SBN di pasar domestik tahun 2023 akan dilakukan melalui instrumen Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.

Dari sisi tenor, SBN yang akan diterbitkan berupa Obligasi Negara (ON) dan Sukuk Negara dengan tenor 2-50 tahun dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) maupun Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dengan tenor paling lama 12 bulan.

Penerbitan ON maupun Sukuk ini dapat dilakukan baik untuk seluruh investor maupun spesifik hanya untuk investor ritel dalam bentuk Obligasi Negara Ritel, Sukuk Ritel, SBR, dan Sukuk Tabungan. Pada 2023, Pemerintah akan melanjutkan inovasi pemasaran SBN ritel secara online yang telah dimulai pada 2018.

“Dengan inovasi tersebut, Pemerintah berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terutama generasi milenial untuk berinvestasi pada SBN,” lanjutnya.

Selain penerbitan SBN domestik melalui lelang dan SBN ritel, pemerintah juga melanjutkan inovasi penerbitan Cash Waqf Linked Sukuk sebagai salah satu upaya untuk mendukung Gerakan Wakaf Nasional.

Melalui Sukuk Wakaf ini, Pemerintah memfasilitasi para pewakaf uang, baik yang bersifat temporer maupun permanen, agar dapat menempatkan wakaf uangnya pada instrumen investasi yang aman dan produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

RAPBN surat berharga negara Obligasi Pemerintah sukuk negara
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top