Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Turun Lagi, Jelang Rilis Risalah The Fed

Harga emas turun akibat tingginya yield obligasi AS meskipun The Fed sudah kurang hawkish. Pasar juga menantikan risalah The Fed.
Harga emas turun akibat tingginya yield obligasi AS meskipun The Fed sudah kurang hawkish. Pasar juga menantikan risalah The Fed. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Harga emas turun akibat tingginya yield obligasi AS meskipun The Fed sudah kurang hawkish. Pasar juga menantikan risalah The Fed. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas merosot pada akhir perdagangan Selasa (16/8/2022), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut. Investor juga memantau risalah rapat The Fed (FOMC Minutes).

Harga emas berada di bawah level psikologi US$1.800, tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi, mengutip Antara.

Harga emas Comex kontrak Desember turun US$8,40 atau 0,47 persen menjadi US$1.789,70 per ounce, setelah mencapai level terendah sesi pada US$1.786,05 per ounce.

"Kenaikan baru-baru ini yang membawa emas ke level US$1.800 tetap cukup solid, kecuali penutupan terendah US$1.780 ditembus," kata Kepala Strategi Teknis di SKCharting.com, Sunil Kumar Dixit.

Harga emas bisa tetap berada di bawah US$1.800 hingga risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) Juli dirilis pada Rabu waktu setempat.

Risalah Fed semakin penting setelah lonjakan dalam laporan pekerjaan AS untuk Juli meredakan kekhawatiran atas prospek resesi. Data inflasi minggu lalu menunjukkan perlambatan bulanan terbesar dalam kenaikan harga konsumen sejak 1973.

Pedagang saat ini menilai Fed kurang hawkish, dengan dana fed berjangka menunjukkan peluang lebih besar bagi para pejabat menaikkan suku sebesar 50 basis poin ketika mereka bertemu pada September, daripada 75 basis poin seperti yang telah mereka lakukan pada dua pertemuan terakhir.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa (16/8/2022) tampak beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa konstruksi rumah baru AS turun 9,6 persen yang disesuaikan secara musiman pada Juli menjadi 1,45 juta unit, sementara izin bangunan untuk rumah baru turun 1,3 persen menjadi 1,67 juta pada Juli.

Federal Reserve melaporkan Selasa (16/8/2022) bahwa indeks produksi industri AS naik 0,6 persen pada Juli, lebih tinggi dari ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,3 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper