Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produsen Minyak Bimoli (SIMP) Cetak Laba Meroket 101 Persen di Semester I/2022

Pada semester I/2022, Salim Ivomas (SIMP) mencatat peningkatan margin, terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit.
Beberapa produk besutan PT Salim Ivomas Pratama Tbk.
Beberapa produk besutan PT Salim Ivomas Pratama Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen minyak goreng Bimoli PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) mencatatkan penurunan pendapatan, tetapi laba bersih masih dapat meningkat sepanjang enam bulan pertama 2022.

Pada semester I/2022, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti SIMP turun 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 1,28 juta ton, terutama disebabkan kondisi cuaca yang tidak mendukung serta kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit.

Sejalan dengan itu, total produksi CPO SIMP tercatat turun 5 persen yoy menjadi 327.000 ton. Pada kuartal II/2022, produksi TBS inti dan CPO naik masing-masing 17 persen dan 30 persen dibandingkan kuartal I/2022.

Turunnya total produksi CPO tersebut membuat SIMP mencatatkan penjualan sebesar Rp8,07 triliun, atau turun 10 persen yoy terutama karena penurunan volume penjualan produk sawit dan produk minyak dan lemak nabati (EOF) yang sebagian diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata.

Laba bruto SIMP mencapai Rp2,20 triliun di enam bulan pertama 2022, atau naik 7 persen dari Rp2,06 triliun di semester I/2021. Laba usaha SIMP juga tercatat naik 18 persen menjadi Rp1,33 triliun dari Rp1,1 triliun, dan EBITDA naik 17 persen menjadi Rp2,13 triliun dari Rp1,8 triliun secara tahunan.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 101,3 persen yoy menjadi Rp441 miliar, dari Rp219 miliar. Rasio pengungkit neto (net gearing) Grup SIMP pada 30 Juni 2022 sebesar 0,31 kali, dibandingkan 0,35 kali pada 31 Desember 2021.

Direktur Utama Grup SIMP Mark Wakeford mengatakan, pada semester I/2022, Grup SIMP meraih kinerja keuangan yang positif serta peningkatan margin, terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit, serta upaya-upaya kami dalam pengendalian biaya dan efisiensi.

"Kondisi cuaca telah mempengaruhi produksi TBS inti kami, tetapi secara kuartalan, kami telah melihat pemulihan produksi pada kuartal II/2022 dibandingkan kuartal I/2022," ujar Mark dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (13/8/2022).

Di tengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis, lanjutnya, emiten Grup Salim ini akan tetap fokus memprioritaskan belanja modal terutama pada kegiatan peremajaan kelapa sawit dan infrastruktur, peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, serta peningkatan produktivitas dan berfokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper