Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Manulife: Kesadaran Investasi di Indonesia Tumbuh Pesat 3 Tahun Terakhir

Persepsi negatif seperti risiko yang tinggi di pasar modal, instrumen yang tidak aman, dan lainnya pun perlahan semakin berkurang di masyarakat Indonesia.
Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Kesadaran masyarakat Indonesia dalam berinvestasi di pasar modal menunjukkan perkembangan yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Momentum pandemi dan perkembangan teknologi menjadi katalis positif dalam meningkatnya jumlah investor di pasar modal.

Samuel Kesuma, Senior Portfolio Manager, Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia mengatakan, perkembangan pasar modal di Indonesia selama 3 tahun belakangan cukup pesat. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah investor yang menurutnya sangat positif selama periode waktu tersebut.

Ia menuturkan, tren ini terutama mulai terlihat pada masa pandemi virus corona. Dengan adanya pembatasan mobilitas dan akses ke media sosial, banyak masyarakat yang belajar terkait investasi di pasar modal.

“Ini semua tidak hanya berkat perkembangan teknologi, tetapi juga edukasi dan literasi yang terus diupayakan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya dalam acara Market & Economic Outlook PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya, perkembangan ini membuat masyarakat semakin sadar terkait pentingnya berinvestasi. Persepsi negatif seperti risiko yang tinggi, instrumen yang tidak aman, dan lainnya pun perlahan semakin berkurang di masyarakat Indonesia.

Samuel melanjutkan, investasi ke pasar modal merupakan salah satu bentuk keterlibatan masyarakat awam dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investasi juga menjadi salah satu upaya masyarakat untuk meningkatkan nilai asetnya sesuai dengan tren pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

Ke depannya, Samuel menekankan program edukasi dan literasi wajib terus ditingkatkan. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh pihak swasta, tetapi juga dari pemerintah.

Menurutnya, masih ada masyarakat Indonesia yang sekedar ikut-ikutan dalam berinvestasi tanpa pengetahuan terhadap sebuah instrumen dan risiko–risikonya. Hal ini berpotensi menimbulkan rasa kapok dalam diri investor ketika portofolionya menurun.

“Banyak orang yang masih mau gampangnya saja. Padahal, literasi terkait investasi menjadi salah satu hal penting yang dimiliki masyarakat,” lanjutnya.

Samuel mencontohkan, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi investasi di Indonesia adalah dengan memasukkan program edukasi finansial dalam kurikulum pendidikan.

“Semakin awal masyarakat melek investasi, semakin awal pula mereka dapat mulai mengembangkan nilai aset yang dimiliki,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper