Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sah! Pemegang Saham Tesla Sepakati Stock Split 1 Banding 3

Tesla telah memiliki pengikut investor ritel yang cukup kuat, sering kali menjadikannya saham dengan pesanan beli terbanyak di aplikasi Fidelity.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  08:39 WIB
Sah! Pemegang Saham Tesla Sepakati Stock Split 1 Banding 3
Founder Tesla Elon Musk - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemegang saham Tesla Inc. menyetujui aksi pemecahan nilai saham atau stock split dengan rasio 1:3 sebagai upaya menjaring lebih banyak lagi investor ritel.

Mengutip Bloomberg, Jumat (5/8/2022), stock split akan membuat saham Tesla turun ke kisaran US$300, tetapi perusahaan yang berbasis di Austin, Texas ini tidak segera menentukan kapan periode stock split akan berlaku. Tesla pertama kali mengumumkan rencananya pada 28 Maret 2022 melalui Twitter.

Jeda empat bulan antara pengumuman dan pemungutan suara terbukti bermanfaat pasalnya reli di saham-saham emiten teknologi telah membawa Indeks Nasdaq 100 naik hampir 20 persen dari level terendah Juni, dengan Tesla mengungguli indeks teknologi dan Indeks S&P 500 dengan kenaikan hampir 50 persemn dari terendah akhir Mei.

Tesla naik 0,3 persen dalam perdagangan pasca pasar reguler menjadi US$928,55 pada 18:34 waktu New York. Saham telah mengalami kenaikan selama sebulan terakhir, naik 37 persen sejak akhir Juni hingga penutupan Kamis.

“Waktu stock split saham Tesla terlihat sempurna. Pasar tampaknya menuju ke arah yang benar."" kata analis Roth Capital Partners Craig Irwin.

Rebound saham Tesla baru-baru ini yang membukukan kenaikan 32 persen pada Juli 2022 untuk bulan terbaik sejak Oktober 2021, mewarnai hasil kuartal kedua yang tangguh dan sedikit peningkatan dari RUU perubahan iklim oleh Administrasi Biden, yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan energi bersih melalui serangkaian insentif pajak.

Sebagian besar risiko yang membebani perusahaan awal tahun ini masih ada, dengan gangguan rantai pasokan yang jauh dari beres, ketegangan antara AS dan China meningkat, dan Elon Musk terlibat dalam sengketa hukum yang berpotensi panjang dan mahal dengan Twitter Inc.

Selain itu, stock split dari perusahaan dengan profil tinggi baru-baru ini gagal memberikan dorongan yang berarti bagi raksasa teknologi lain termasuk Alphabet Inc. dan Amazon.com tahun ini.

Bagi Tesla, stock split ini akan menjadi pembagian saham kedua dalam waktu kurang dari dua tahun. Perusahaan melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:5 pada 2020, mendorong lonjakan harga saham sebesar 60 persen dari hari pengumuman hingga tanggal eksekusi.

Tesla telah memiliki pengikut investor ritel yang cukup kuat, sering kali menjadikannya saham dengan pesanan beli terbanyak di platform perdagangan ritel Fidelity.

Meskipun pemecahan saham tidak berdampak pada model bisnis sebuah perusahaan, mereka membawa rasa keterjangkauan dengan menurunkan harga saham, terutama bagi investor dari kelompok orang tua.

“Memiliki seluruh saham bisa menjadi lebih mudah dan lebih memberdayakan, dan perusahaan-perusahaan ini tahu itu. Jelas ada keinginan mendasar di pasar ini bagi perusahaan mana pun untuk membuat sahamnya dapat diakses semudah mungkin. Dan sejauh ini, investor telah menanggapi itu,” kata Callie Cox, analis investasi eToro AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors elon musk stock split

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top