Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rugi Pengelola Hypermart MPPA Membengkak Jadi Rp158,60 Miliar

Rugi bersih pengelola Hypermart, MPPA mencapai Rp158,60 miliar, 73,33 persen lebih besar daripada kerugian semester I/2021 senilai Rp91,50 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  15:59 WIB
Rugi Pengelola Hypermart MPPA Membengkak Jadi Rp158,60 Miliar
Gerai Hypermart Mall Bali Galeria, Kuta, buka lagi setelah direnovasi 2,5 bulan Rugi bersih pengelola Hypermart, MPPA mencapai Rp158,60 miliar, 73,33 persen lebih besar daripada kerugian semester I/2021 senilai Rp91,50 miliar. - Bisnis/Feri Kristianto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola jaringan Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) membukukan kenaikan penjualan sepanjang semester I/2022. Namun kenaikan tersebut tidak berdampak pada posisi rugi perseroan.

Sepanjang Januari–Juni 2022, rugi bersih MPPA mencapai Rp158,60 miliar, 73,33 persen lebih besar daripada kerugian semester I/2021 senilai Rp91,50 miliar.

Kerugian tersebut dicatatkan Matahari Putra Prima meski penjualan bersih mengalami kenaikan sehingga menjadi Rp3,71 triliun, 4,80 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,54 triliun.

Penjualan MPPA terutama ditopang oleh segmen eceran atau ritel Hypermart yang berkontribusi sebesar Rp3,47 trilliun, naik 6,69 persen dibandingkan dengan Rp3,25 triliun pada semester I/2021.

Sementara itu, penjualan grosir atau wholesale justru turun 16,12 persen secara tahunan menjadi Rp245,96 miliar dari Rp293,27 miliar.

Kenaikan penjualan diikuti dengan naiknya beban pokok penjualan pada semester I/2022. MPPA melaporkan pengeluaran untuk beban pokok penjualan selama Januari–Juni 2022 mencapai Rp3,04 triliun, naik 4,28 persen yoy dari sebelumnya Rp2,91 triliun. Membengkaknya beban pokok penjualan disebabkan oleh meningkatnya pembelian untuk persediaan pada semester I/2021.

Sampai akhir Juni 2022, total aset MPPA menurun 15,29 persen menjadi Rp3,93 triliun dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2021 sebesar Rp4,65 triliun.

Penurunan aset terutama disebabkan oleh berkurangnya kas dan setara kas sebesar Rp547,98 miliar sehingga menjadi Rp204,60 miliar per 30 Juni 2022.

Selain itu, total liabilitas turun 13,59 persen menjadi Rp3,51 triliun dari posisi akhir 2021 yang sebesar Rp4,06 triliun. Penurunan liabilitas terutama disebabkan oleh berkurangnya utang jangka pendek sebesar Rp305 miliar sehingga menjadi Rp245 miliar per 30 Juni 2022.

Sampai akhir pertama 2022, Matahari Putra Prima mengoperasikan toko Hypermart, Foodmart, Hyfresh dan Boston Health & Beauty masing-masing di 199 lokasi di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Jumlah lokasi ini berkurang dibandingkan dengan 31 Desember 2021 saat MPPA mengoperasikan Hypermart, Foodmart, Smart Club, Hyfresh dan Boston Health & Beauty di 200 lokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari putra prima Kinerja Emiten mppa ritel
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top