Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Saham Big Caps IHSG Menguat kala The Fed Naikkan Suku Bunga, Mengapa?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau ditopang saham big caps pasca pengumuman kenaikan suku bunga The Fed pada perdagangan hari ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  09:15 WIB
Saham Big Caps IHSG Menguat kala The Fed Naikkan Suku Bunga, Mengapa?
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau ditopang saham big caps pasca pengumuman kenaikan suku bunga The Fed pada perdagangan hari ini, Kamis (28/7/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.01 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 6.944,54 atau naik 0,69 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertingginya pada 6.951 beberapa saat setelah pembukaan.

Tercatat, 246 saham menguat, 76 saham melemah dan 194 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau memantul pada posisi Rp9.164,42 triliun.

Mayoritas big caps menguat, dipimpin oleh saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang naik 2,27 persen atau 225 poin ke level 10.125. Disusul emiten teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang sama-sama naik 2,04 persen, dan 1,94 persen.

Saham big caps lagi yang menghijau, di antaranya BBRI, BBCA, BBNI, TPIA, dan ASII yang masing-masing naik 1,39 persen, 1,37 persen, 0,96 persen, 0,53 persen, dan 0,41 persen.

Saham yang masuk top gainers di pagi hari ada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) yang naik 6,48 persen menjadi 1.315. Disusul HATM, ESSA, FREN, HOPE, dan ENRG yang masing-masing menghijau 4,57 persen, 4,31 persen, 4,17 persen, 3,7 persen, dan 3,62 persen.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks masih berpeluang menguat terbatas dari candle hanging man dan kondisi overbought.

Menurutnya, IHSG pada tren netral, selama di atas 6.767. IHSG closing di atas 5 day MA (6.875). Indikator MACD netral, stochastic overbought, kenaikan tertahan dalam pola bullish channel, candle inside day.

"Selama di di atas support 6.778 - 6.739, IHSG masih berpeluang rebound. IHSG masih di tutup di atas 200 day MA (6.793) untuk hari ke 6. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.602 - 7.070,” ujar Andri dalam risetnya, Kamis (28/7/2022).

Level resistance indeks pada perdagangan hari ini berada di posisi 6.908/6.931/6.964/7.004, sementara level support berada di 6.862/6.809/6.714/6.677, dengan perkiraan range 6.850 - 6.960.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,37 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang naik signifikan 2,62 persen, bahkan indeks Nasdaq mencatat kenaikan yang sangat tinggi sebesar 4,06 persen.

Sementara itu, sebagian besar bursa regional Asia Pasifik pada perdagangan kemarin mengalami penguatan, seperti Nikkei, BEI dan Kospi. Adapun Hang Seng terkoreksi cukup signifikan antara lain akibat penurunan saham properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG big caps Goto Kebijakan The Fed
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top