Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Masih Gocap, Bintraco Dharma (CARS) Janji Pacu Penjualan Mobil

Penjualan mobil baru CARS hingga Juni 2022 mencapai 8.374 unit atau naik 13,1 persen dari pencapaian tahun sebelumnya sebanyak 7.405 unit
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  00:05 WIB
Saham Masih Gocap, Bintraco Dharma (CARS) Janji Pacu Penjualan Mobil
Presiden Direktur PT Bintraco Dharma Tbk Sebastianus Harno Budi (tengah) berbincang dengan Preskom Simon Harto Budi (kanan), dan Wakil Direktur Utama Benny Redjo Setyono, sebelum RUPST, di Jakarta, Senin (7/5/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten distributor mobil, PT Bintraco Dharma Tbk. (CARS) menargetkan kinerja lebih baik sepanjang 2022. 

Direktur Utama Bintraco Dharma Benny Redjo Setyono mengungkapkan 2021 menjadi tahun dimulainya pemulihan ekonomi atas dampak pandemi covid-19 bagi perseroan. Pada 2022, diharapkan kinerja menjadi lebih baik.

“Kami yakin dengan semakin terkendalinya pandemi covid-19 serta kelanjutan pemulihan ekonomi di tahun 2022 dapat memberikan dampak positif perbaikan kinerja keuangan perseroan ke depannya” kata Benny, Kamis (21/9/2022).

Penjualan mobil baru CARS hingga Juni 2022 mencapai 8.374 unit atau naik 13,1 persen dari pencapaian tahun sebelumnya sebanyak 7.405 unit. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan pasar otomotif nasional di tengah pelonggaran PPKM dan aktivitas usai libur nasional.

Sebagai catatan, CARS melaporkan perolehan rugi bersih konsolidasi sebesar Rp429 miliar pada periode pencatatan yang terakhir pada 31 Desember 2021 di tengah kondisi pandemi covid-19 di Indonesia.

Namun, seiring dengan penambahan jumlah kasus harian yang semakin terkendali dan didukung meluasnya program vaksinasi pemerintah maka pembatasan pergerakan sosial masyarakat diperlonggar sehingga aktivitas ekonomi mulai bergerak.

Hal ini secara umum turut mempengaruhi pendapatan bersih Bintraco yang juga meningkat 27,5 persen menjadi Rp5,3 triliun di 2021 jika dibandingkan posisi yang sama tahun 2020 sebesar Rp4,1 triliun. Pencapaian ini tidak terlepas dari kenaikan volume penjualan mobil baru yang naik 52,3% menjadi 18.731 unit dari tahun tahun sebelumnya sebesar 12.299 unit.

"Kebijakan pemerintah melalui subsidi insentif PPnBM mampu menarik permintaan atas mobil baru, sementara peluncuran berbagai mobil baru seperti All New Raize, All New Avanza, All New Veloz dan Fortuner GR Sport turut membantu perseroan mencatatkan kinerja penjualan yang lebih baik meski belum kembali ke posisi sebelum pandemi,” terangnya.

Walaupun, Bintraco membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp429 miliar sepanjang tahun 2021, jumlah kerugian bersih tersebut telah turun hingga 57 persen lebih rendah dari kerugian bersih yang dicatatkan pada tahun 2020 sebesar Rp992 miliar.

Kinerja keuangan sepanjang 2021 menunjukan peningkatan yang utamanya berasal dari segmen otomotif. Namun segmen pembiayaan yang belum pulih dari dampak pandemi dan pembekuan izin usaha pembiayaan oleh OJK dilakukan di akhir Juli 2021 membuat kinerja keuangan konsolidasian tertekan sehingga perseroan merugi tahun lalu. 

"Ke depannya, kontribusi positif dari segmen otomotif akan semakin meningkat dan dengan sebagian besar pencadangan segmen pembiayaan telah dilakukan di tahun buku 2020 dan 2021, maka CARS cukup optimis akan perbaikan kinerja konsolidasian di masa depan” tambahnya.

Perseroan menutup tahun 2021 dengan pencapaian penjualan mobil sebanyak 18.731 unit yang sebagian besar didominasi model MPV, SUV dan LCGC dengan porsi masing-masing sebesar 45 persen, 30 persen dan 20 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bintraco dharma cars penjualan mobil Kinerja Emiten saham rp50
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top