Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Berhasil Menguat ke Rp14.797 saat Dolar AS Melemah

Rupiah menguat ke Rp14.797 per dolar AS di tengah pelemahan greenback pada perdagangan Senin (27/6/2022).
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  16:39 WIB
Rupiah Berhasil Menguat ke Rp14.797 saat Dolar AS Melemah
Uang dolar dan rupiah di salah satu money changer di Jakarta, Rabu (16/2/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup menguat seiring dengan pelemahan indeks dolar AS pada perdagangan awal pekan, Senin (27/6/2022).

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,34 persen atau 50,5 poin ke Rp14.797 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,24 persen ke 103,933.

Bersamaan dengan rupiah, sejumlah mata uang di Asia juga menguat seperti won Korea Selatan menguat 0,93 persen, peso Filipina menguat 0,31 persen, dolar Singapura menguat 0,10 persen, dan baht Thailand menguat 0,50 persen.

Analis Monex Investindo Futures (MIFX) Faisyal mengatakan bahwa meskipun ada ekspektasi kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve AS, masih ada outlook perlambatan ekonomi AS dan pernyataan pesimis dari Pejabat Interational Monetary Fund (IMF) yang menekan pergerakan dolar AS.

Ekspektasi kenaikan suku bunga AS sempat menguatkan indeks dolar AS, khususnya setelah ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menegaskan kembali komitmen “tanpa syarat” dari Federal Reserve AS untuk mengendalikan inflasi yang saat ini berada di level tertinggi 40 tahun.

“Pernyataan Fed Powell didukung oleh Presiden Fed San Fransisco Mary Daly yang menunjukkan dukungan untuk kenaikan suku bunga lainnya sebesar 75 bps pada pertemuan bank sentral di bulan Juli” jelas Faisyal dalam riset harian, Senin (27/6/2022).

Namun, pasar masih mencemaskan adanya outlook resesi ekonomi karena pengetatan kebijakan moneter oleh para bank sentral.

Sebelumnya, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa Produk Domestik Bruto AS saat ini diperkirakan akan tumbuh 2,9 persen pada 2022, ini lebih rendah dari perkiraan baru-baru ini sebesar 3,7 persen pada April dalam penilaian tahunan kebijakan ekonomi AS selama akhir pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top