Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rapat Bos Djarum, HM Sampoerna, Gudang Garam dengan DPR Ditunda, Ada Apa?

Rapat komisi VII dengan DPR RI itu diketahui akan membahas beberapa hal, di antaranya kondisi terkini hasil tembakau, ketersediaan bahan baku dalam industri hasil tembakau, dan lain-lain.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  13:23 WIB
Rapat Bos Djarum, HM Sampoerna, Gudang Garam dengan DPR Ditunda, Ada Apa?
Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). - Antara/Prasetia Fauzani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat antara Komisi VII DPR RI dengan bos-bos perusahaan rokok yang sedianya digelar hari ini mengalami penundaan.

Semula, Komisi VII DPR RI hari ini akan melakukan Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja IBBI dengan Dirjen Industri Argo Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Direktur Utama PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), Direktur Utama PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), dan PT Djarum.

Rapat tersebut diketahui akan membahas beberapa hal, di antaranya yakni kondisi terkini hasil tembakau, ketersediaan bahan baku dalam industri hasil tembakau, dan lain-lain.

Adapun menurut petugas yang berjaga di Komisi VII DPR RI, rapat Komisi VII dengan bos-bos perusahaan rokok tersebut selesai lebih cepat setelah mengalami penundaan.

"Ditunda sampai waktu yang belum ditentukan," kata petugas tersebut, Senin (20/6/2022).

Adapun hingga saat ini, Bisnis telah mencoba meminta konfirmasi dari beberapa anggota Komisi VII mengenai alasan penundaan rapat dengan bos-bos rokok tersebut. Namun, belum ada jawaban dari Komisi VII hingga saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr hm sampoerna hmsp emiten rokok gudang garam
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top