Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekomendasi Saham Alfamart (AMRT) Target Harga Rp2.100, Imbas Gencar Ekspansi

Saham pengelola Alfamart (AMRT) mendapat target harga Rp2.100 karena pertumbuhan pendapatan yang konsisten dan ekspansi gerai.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  15:22 WIB
Rekomendasi Saham Alfamart (AMRT) Target Harga Rp2.100, Imbas Gencar Ekspansi
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memperluas ekspansi bisnisnya dengan meresmikan gerai ke/1.000 di Filipina.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan ritel pengelola Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dinilai mencatatkan kinerja yang baik selama 3 tahun terakhir sehingga sahamnya patut menjadi perhatian investor.

Analis NH Korindo Sekuritas Arief Machrus menjelaskan, AMRT menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang cenderung konsisten pada CAGR 3 tahun sebesar 9,2 persen pada 2022, dibandingkan tahun lalu sebesar 8,3 persen.

Secara tahunan, pendapatan juga bertumbuh 19,1 persen pada kuartal I/2022 seiring dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 35,3 persen year-on-year (yoy) di periode ini.

Arief menilai, tren belanja masyarakat yang berubah sudah sesuai dengan desain gerai AMRT. Hanya saja, perlu lebih agresif dalam melakukan ekspansi.

“Adanya perubahan pola belanja masyarakat dalam kemasan lebih kecil atau sesuai kebutuhan sesuai dengan desain gerai AMRT. Di sisi lain, tren baru pola belanja masyarakat ini menuntut AMRT untuk terus agresif melakukan ekspansi, terutama ke kawasan pemukiman,” ujar Arief dalam risetnya, dikutip Senin (20/6/2022).

Sebagai catatan, di tahun ini perseroan telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capex senilai Rp3,5 triliun untuk menambah 1.000 gerai baru. Sepanjang 2021, AMRT telah membuka 1.275 gerai baru, dan pada kuartal I/2022 tercatat ada 317 gerai baru.

Dari total gerai baru selama kuartal I/2022, distribusi di wilayah luar Jawa hanya sebesar 32 persen saja, lebih rendah dibandingkan wilayah Jawa non Jabodetabek yang mencapai 41 persen.

“Ekspansi ini masih akan terjadi, mengingat penetrasi yang masih rendah di wilayah luar Jawa,” imbuh Arief.

NH Korindo merekomendasikan beli saham AMRT dengan target harga Rp2.100 dan potensi upside 16,9 persen.

Target harga ini didukung oleh kemampuan perseroan dalam mencatatkan pertumbuhan dan laba bersih secara CAGR 3 tahun.

Investor diyakini tetap harus mencermati ketatnya persaingan di industri ritel. Perseroan juga dinilai perlu memiliki diferensiasi layanan yang jelas agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan pelanggan.

Dalam paparan publik yang diadakan beberapa waktu lalu, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian mengatakan, penambahan jumlah gerai turut meningkatkan pertumbuhan penjualan perseroan.

"Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dan penambahan jumlah gerai perseroan dan entitas anak sepanjang tahun 2021,” pungkas Tomin.

Tahun 2021, laba bersih AMRT tercatat senilai Rp1,95 triliun, meningkat 83,79 persen dibandingkan tahun 2020 senilai Rp1,06 triliun.

Pada penutupan perdagangan Senin, (20/6/2022) saham AMRT terpantau parkir di zona merah dengan koreksi 0,28 persen atau setara 5 poin ke posisi 1.800. Sepanjang hari ini, saham dengan kapitalisasi pasar Rp74,74 triliun tersebut bergerak di kisaran 1.790 hingga 1.820.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham alfamart emiten ritel sumber alfaria trijaya
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top