Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Usai Bayar Obligasi, Lautan Luas Siap Dongkrak Kinerja

Sebagai catatan, total cash dan bank perseroan per 31 Maret 2022 berjumlah Rp527 miliar.  Sebelumnya, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menaikkan peringkat PT Lautan Luas Tbk (LTLS) dan Obligasi Berkelanjutan II 2017 seri B, Berkelanjutan III 2020 menjadi idA, dari sebelumnya idA-.
Salah satu fasilitas produksi PT Lautan Luas Tbk./lautan-luas.com
Salah satu fasilitas produksi PT Lautan Luas Tbk./lautan-luas.com

Bisnis.com, JAKARTA-  PT Lautan Luas Tbk (LTLS) telah menyiapkan dana untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Lautan Luas Tahap I yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2022. Sebelumnya, obligasi tersebut telah dipergunakan untuk modal kerja Perseroan.

“Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp200 miliar untuk pelunasan Obligasi tersebut”,” kata Eurike Hadijaya, Investor Relations Lautan Luas dalam siaran pers, dikutip Kamis (16/6/2022).

Sebagai catatan, total cash dan bank perseroan per 31 Maret 2022 berjumlah Rp527 miliar.  Sebelumnya, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menaikkan peringkat PT Lautan Luas Tbk (LTLS) dan Obligasi Berkelanjutan II 2017 seri B, Berkelanjutan III 2020 menjadi idA, dari sebelumnya idA-. Mengacu pada hal itu, prospek peringkat Lautan Luas adalah stabil.

Pada 2021, LTLS membukukan pendapatan sebesar Rp6,636 triliun lebih besar 19 persen daripada tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan melonjak sebesar 271 persen dari Rp75 miliar,  menjadi Rp279 miliar pada 2021.

Indrawan Masrin, Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk memaparkan kinerja positif ini sejalan dengan kemampuan perseroan menjaga ketersediaan produk dengan keunggulan kompetitif dan pengelolaan risiko yang ketat.

“Kinerja positif juga dukung oleh sektor distribusi dan manufacturing yang mulai pulih dari dampak covid 19. Kami optimis dapat mencapai target performance di tahun 2022,” kata Indrawan.

Tahun ini LTLS menargetkan pendapatan bisa terdongkrak 10 persen. Serta untuk laba bersih bisa meningkat 3 - 4 persen.

Emiten distribusi bahan kimia tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp 6,6 triliun  sepanjang 2021. Capaian itu naik 18,6 persen  dari pendapatan  2020 yang sebesar Rp 5,6 triliun. Alhasil, Lautan Luas pun mampu membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 311,4 miliar.

Selama 2021, LTLS memfokuskan penjualannya kepada industri makanan dan minuman, Personal Home Care dan Air. Sejalan dengan fokus industri tersebut, LTLS berhasil membukukan laba bersih kuartal I/2022 naik 251 persen menjadi Rp98 miliar dibandingkan Rp39 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja positif LTLS pada kuartal I/2022 ditopang oleh pendapatan segmen distribusi yang mencatatkan pertumbuhan 46,8 persen dan juga sektor manufaktur yang bertumbuh 32,4 persen dibandingkan pada pendapatan kuartal I tahun sebelumnya.

Selain itu, pertumbuhan ini juga di dukung dengan meningkatnya permintaan bahan baku di industri manufaktur, dan segmen lainnya seiring dengan peningkatan konsumsi di Indonesia.

Indrawan Masrin juga menambahkan pihaknya terus mengkaji potensi investasi di industri kimia terutama peluang pada industri fokus Lautan Luas.

“Kami yakin dengan potensi yang kami miliki dan pasar juga akan terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Kahfi
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper