Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Larang Ekspor Ayam, Emiten Unggas Sreeya Sewu (SIPD) Jajaki Pasar Singapura

Sreeya Sewu Indonesia terus mencari peluang pasar ekspor baru, termasuk pasar SIngapura.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  14:04 WIB
Malaysia Larang Ekspor Ayam, Emiten Unggas Sreeya Sewu (SIPD) Jajaki Pasar Singapura
Produk olahan unggas Belfoods dari PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD). Perseroan tengah menjajaki peluang untuk ekspor ke pasar Singapura. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten unggas PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. (SIPD) tengah menjajaki peluang untuk ekspor ke pasar Singapura, di tengah pembatasan ekspor daging ayam dari Malaysia selaku pemasok utama Singapura.

Chief Financial Officer sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) Sri Sumiyarsi mengatakan perseroan selalu mencari peluang untuk masuk ke pasar baru, termasuk ke pasar Singapura.

“Sreeya selallu mengamati dan memanfaatkan setiap peluang yang ada, termasuk ekspor ke Singapura. Saat ini penjajakan sedang berlangsung,” kata Sri Sumiyarsi ketika dihubungi, Selasa (14/6/2022).

Dia menjelaskan peluang ekspor ke Singapura masih menunggu skema kerja sama antarpemerintah atau government to government (G-t-G), sebelum menjadi kerja sama antarbisnis.

Selain menjajal peluang ekspor, Sri Sumiyarsi mengemukakan bahwa prospek penjualan Sreeya Sewu masih terjaga di tengah tren kenaikan harga unggas. Dia mengatakan kenaikan harga jual unggas bisa berdampak positif pada segmen pakan dan dressed chicken.

“Harga ayam saat ini cukup baik, sehingga peternak bisa menikmatinya. Bagi kami kenaikan harga tentu akan memberikan dampak terhadap kenaikan penjualan khususnya di segmen pakan dan dressed chicken,” paparnya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan SIPD pada 2021 mencapai Rp5,43 triliun. Nilai ini 25,29 persen lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya sebesar Rp4,34 triliun.

Penjualan SIPD ditopang oleh segmen pakan yang berkontribusi 67,80 persen pada total penjualan. Penjualan pakan tercatat naik 29,75 persen YoY dari Rp2,84 triliun pada 2020 menjadi Rp3,68 triliun sepanjang 2021.

Segmen makanan siap saji menjadi kontributor terbesar kedua dengan nilai penjualan mencapai Rp558,60 miliar pada 2021, meningkat dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp469,90 miliar.

Segmen ayam umur sehari atau DOC dan ayam potong juga tumbuh, masing-masing sebesar 7,28 persen YoY dan 30,43 persen YoY menjadi Rp422,64 miliar dan Rp306,91 miliar.

Beban pokok penjualan SIPD juga naik signifikan, dari Rp3,70 triliun pada 2020 menjadi Rp4,89 triliun atau 32,15 persen YoY. Kenaikan signifikan pada bahan baku yang mencapai 36,92 persen YoY menjadi pendorong naiknya beban pokok penjualan. Biaya bahan baku yang digunakan Sreeya Sewu sepanjang 2021 mencapai Rp4,63 triliun.

Kenaikan ini membuat laba kotor Sreeya Sewu turun 14,80 persen YoY dari Rp633,94 miliar pada 2020 menjadi Rp540,09 miliar pada 2021. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas naik 5,09 persen secara tahunan dari Rp14,33 miliar menjadi Rp15,06 miliar sepanjang 2021.

Adapun hingga akhir Desember 2021, total aset SIPD naik menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan dengan posisi akhir 2020 sebesar Rp2,61 triliun. Jumlah liabilitas perseroan juga naik dari Rp1,71 triliun di akhir 2020, menjadi Rp1,86 triliun pada akhir 2021.

Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi Rp926,01 miliar, dari Rp900,76 miliar pada akhir Desember 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sreeya sewu indonesia SIPD
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top