Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten RS Afiliasi Emtek (RSGK) Mau Tebar Dividen Rp79,95 Miliar, Simak Jadwalnya

Kedoya Adyaraya (RSGK) menetapkan cum dividen atau akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 16 Juni 2022.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  10:04 WIB
Emiten RS Afiliasi Emtek (RSGK) Mau Tebar Dividen Rp79,95 Miliar, Simak Jadwalnya
PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK), perusahaan pengelola rumah sakit, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) per hari ini, Rabu (8/9 - 2021).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten Rumah Sakit, PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) bakal membagikan dividen sebesar Rp79,95 miliar atau setara Rp86 per saham. Hal ini sesuai hasil Rapat Umum Pemagang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2022.

Corporate Secretary Kedoya Adyaraya Willy menjelaskan mata acara kedua RUPST memutuskan pembagian dividen tunai sejumlah Rp79.952.050.000 atau setara Rp86 per saham yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.

Adapun, jadwal pembayaran dividen tunai RSGK dilaksanakan pada 6 Juli 2022 dengan recording date dividen tunai pada 20 Juni 2022.

Di sisi lain, cum dividen atau akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 16 Juni 2022. Dilanjutkan dengan awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen atau ex dividen pada 17 Juni 2022.

Kemudian, cum dividen untuk perdagangan pasar tunai pada 20 Juni 2022 yang diteruskan ex dividen di pasar yang sama pada 21 Juni 2022.

Adapun, pendapatan RSGK turun 24,63 persen menjadi Rp90,15 miliar pada kuartal I/2022 dibandingkan dengan Rp119,62 miliar pada kuartal I/2021.

Laba bersih RSGK juga anjlok 63,34 persen dari Rp29,06 miliar menjadi Rp10,65 miliar pada 3 bulan pertama 2022.

"Penurunan pendapatan lebih banyak dari faktor penurunan pasien Covid-19 sendiri, pada 2021 pasien Covid-19 di SAME dan RSGK itu berat gejalanya, butuh perawatan panjang, sehingga biaya pasien jauh lebih mahal dibandingkan dengan periode 3 bulan 2022," terang Direktur Keuangan Kedoya Adyaraya Armen Antonius Djan.

Dia menjelaskan pasien Covid-19 yang dirawat bergejala ringan sehingga memengaruhi profitabilitas dan pendapatan pada kuartal I/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen rupst emtek Emiten Rumah Sakit Kedoya Adyaraya
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top