Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Surya Semesta (SSIA) Targetkan Peningkatan Penjualan Lahan di Subang dan Karawang

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan penjualan lahan seluas 20 hektare dari Suryacipta City of Industry Karawang dan penjualan lahan seluas 60 hektare dari Subang Smartpolitan.
Salah satu sudut di kawasan industri Suryacipta, Karawang. Kawasan industri ini dikelola oleh PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk./suryacipta.com
Salah satu sudut di kawasan industri Suryacipta, Karawang. Kawasan industri ini dikelola oleh PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk./suryacipta.com

Bisnis.com, JAKARTA – Menghadapi 2022, emiten pengembang kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan peningkatan kinerja dengan mendongkrak penjualan lahan di Subang dan Karawang.

Presiden Direktur Surya Semesta Internusa Johannes Suriadjaja mengatakan, menghadapi 2022 SSIA optimistis kinerja perseroan akan semakin meningkat dibanding tahun lalu.

“Tahun ini, kami menargetkan penjualan lahan seluas 20 hektare dari Suryacipta City of Industry Karawang dan penjualan lahan seluas 60 hektare dari Subang Smartpolitan. Saat ini, SSIA tengah menjalani tahap pengembangan fase 1 Subang Smartpolitan seluas 400 hektare (Ha),” terangnya dalam keterangan pers, Kamis (9/6/2022).

Johannes melanjutkan, nantinya kawasan tersebut akan menjadi wajah bagi Subang Smartpolitan dengan konsep smart & sustainable.

“Seiring dengan kebijakan pemerintah yang telah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk kembali beraktivitas dan semakin membaiknya kondisi perekonomian serta realisasi investasi di Indonesia, kami yakin, Subang Smartpolitan maupun Suryacipta City of Industry Karawang akan memiliki prospek yang positif, baik dari sisi peningkatan permintaan maupun transaksi,” ujar Johannes.

Sepanjang 2021, Surya Semesta Internusa mencatat penjualan lahan seluas 10,1 hektare pada 2021 ke perusahaan teknologi regional dan perusahaan kimia dengan nilai total Rp179,8 miliar atau naik sekitar 81,6 persen dibandingkan dengan penjualan lahan sebesar 5,6 hektar atau senilai Rp82,5 miliar pada 2020.

Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,35 triliun atau mengalami penurunan sekitar 20,2 persen dari Rp2,94 triliun yang dibukukan pada 2020.

“Penurunan ini terutama disebabkan oleh pendapatan properti dan konstruksi yang masing-masing turun sebesar 20,1 persen dan 20,0 persen. Sementara itu, pendapatan segmen bisnis perhotelan Surya Semesta Internusa turun sekitar 13,0 persen,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper