Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Transisi ke Endemi, RS Grup Emtek SAME Genjot Okupansi Pasien Penyakit Berat

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) menyiasasi turunnya pendapatan dari pasien Covid-19.
Presiden Direktur Sarana Meditama Metropolitan Tbk Jusuf Halimi saat melaksanakan paparan publik, Rabu (8/6/2022). Emiten berkode SAME ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp200 miliar untuk pembelian alat kesehatan dan pengembangan sistem informasi Rumah Sakit pada 2022.
Presiden Direktur Sarana Meditama Metropolitan Tbk Jusuf Halimi saat melaksanakan paparan publik, Rabu (8/6/2022). Emiten berkode SAME ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp200 miliar untuk pembelian alat kesehatan dan pengembangan sistem informasi Rumah Sakit pada 2022.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten Rumah Sakit grup Emtek, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) bersiasat menghadapi penurunan jumlah pasien Covid-19 dan menyambut era endemi. Perseroan bakal menggenjot okupansi dari pasien yang perawatannya tertunda.

Direktur Keuangan Sarana Meditama Metropolitan Armen Antonius Djan menjelaskan target pendapatan perseroan pada 2022 dibuat serealistis mungkin.

"Target pendapatan berusaha serealistis mungkin, diupayakan stabil dibandingkan dengan 2021 atau kalau sebelumnya asumsi anggaran masih memasukkan skenario masih ada Covid-19 dengan jumlah seminimal mungkin, asumsi tersebut tidak sesuai lagi, angkanya akan mengalami perubahan," jelasnya dalam paparan publik, Rabu (8/6/2022).

Perseroan seperti pada umumnya emiten rumah sakit lainnya mengalami penurunan pendapatan seiring dengan menurunnya jumlah kasus Covid-19. Asumsi menghilangnya Covid-19 ini membuat perseroan lebih realistis dan memasang target paling tinggi pertumbuhan pendapatan sama dengan realisasi 2021.

"Tahun ini ada rencana menambah jumlah dokter spesialis, meningkatkan spesialisasi membentuk beberapa target center of excellence. Penurunan pasien Covid-19 akan digantikan lainnya, sehingga 2022 kami harapkan perusahaan bisa bertumbuh dengan target serealistis mungkin," terangnya.

Direktur Utama Sarana Meditama Metropolitan Jusuf Halimi mengungkapkan pasien Covid-19 cukup banyak ditangani sepanjang 2021. Kebutuhannya pun cukup beragam dari penggunaan ventilator hingga ruang ICU.

Kemudian, pasien Covid-19 juga sempat terjadi kenaikan pada Januari 2022, tetapi gejalanya ringan sehingga tidak memerlukan penanganan serius dan waktu rawat pun lebih sebentar.

"Sebenarnya karena Covid-19 ini banyak orang yang sebenarnya sudah harus dioperasi termasuk kategori harusnya sudah dioperasi seperti ortopedi, lutut, dan leher, mereka tunda, mereka masih takut datang ke RS memang terjadi penurunan selama Covid-19," katanya.

Menyiasati turunnya pasien COvid-19 dan keadaan semakin kondusif, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan segera ini sudah bersedia datang ke RS sehingga menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan.

"Tahun ini kami kembali ke bisnis inti, bukan Covid-19, kami tetap teruskan pasien non Covid-19 butuh bantuan operasi dan dirawat, ini yang akan mendorong pencapaian lebih baik di kuartal berikutnya," jelasnya.

Wakil Presiden Direktur Sarana Meditama Metropolitan Juniwati Gunawan menjelaskan setelah menjadi faktor dominan pada 2021, Covid-19 bakal merosot pada 2022.

Rumah sakit lanjutnya sempat menghadapi fase landai pasca Covid-19 dimana pasien masih takut datang ke RS.

"RS kami sudah siap layani pasien non Covid-19, peningkatan jumlah kedatangan pasien kami. Di RS EMC Cikarang saat ini sudah bisa operasi jantung, itu salah satu sumber pendapatan dari RS dari tingkat jenis pelayanan dengan kompleksitas cukup tinggi," paparnya.

SAME lanjutnya, menyadari strategi saat ini beralih menggenjot okupansi rumah sakit dari pasien non Covid-19. Perseroan juga fokus membentuk center of excellence, pelayanan terpadu, hingga diabetic center di seluruh RS kelolaannya guna meningkatkan loyalitas pasien.

Sepanjang 2021 jumlah pasien rawat jalan SAME meningkat menjadi 339.104 orang dibandingkan dengan 2020 yang sebanyak 308.506 orang dengan jumlah RS yang dikelola mencapai 8 unit.

Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelum pandemi yang mencapai 344.457 dari jumlah rumah sakit sebelum akuisisi yang hanya 4 rumah sakit.

Selanjutnya jumlah pasien rawat jalan juga sebenarnya meningkat menjadi 24.047 orang sepanjang 2021 dibandingkan dengan 20.577 pada 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper