Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gandeng Gojek, TBS Energi Utama (TOBA) Target Jual 500.000 Motor Listrik 2025

TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) menargetkan bisa menjual 500.000 unit motor listrik melalui Electrum, perushaaan patungan dengan Grup Gojek.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  20:05 WIB
Gandeng Gojek, TBS Energi Utama (TOBA) Target Jual 500.000 Motor Listrik 2025
PT Gojek Indonesia menggandeng PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV) ekosistem motor listrik bertajuk Electrum, Kamis (18/11 - 2021).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) menargetkan bisa menjual 500.000 unit motor listrik, seiring dengan target perseroan untuk menambah porsi kontribusi bisnis hijau.

TBS Energi Utama telah mendirikan perusahaan patungan Electrum bersama Gojek untuk mengeksekusi rencana ini dengan investasi US$1 miliar.

“Untuk targetnya 2025 ada 500.000 motor listrik yang kami jual melalui Electrum. Ini untuk komersial,” kata Head of Corporate Strategy TBS Energi Utama Nafi Achmad Sentausa dalam konferensi pers, Rabu (8/6/2022).

TOBA telah menetapkan target peningkatan porsi bisnis hijau terhadap pemasukan perusahaan. Dalam dua tahun ke depan atau sampai 2024, porsi pendapatan antara energi fosil dan energi terbarukan diharapkan mencapai 50:50.

Nafi menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik bersama Gojek telah melalui tahap commercial pilot. Perseroan menargetkan pada akhir 2022 sampai awal 2023, proses pembangunan fasilitas manufaktur telah dimulai.

“Targetnya akhir tahun ini sampai awal tahun depan kami sudah bisa mulai groundbreaking fasilitas manufaktur untuk mulai produksi dan menjual secara komersial di 2024,” paparnya.

Perseroan belum bisa berbicara banyak mengenai tambahan pendanaan eksternal untuk proyek kendaraan listrik. Harga batu bara yang cukup baik dalam beberapa waktu terakhir diyakini mampu menopang pendanaan dari sisi internal.

Di sisi lain, perusahaan juga membuka peluang pendanaan melalui pihak ketiga maupun rights issue. Sebagaimana diketahui, RUPSLB yang digelar hari ini menyepakati penambahan modal perseroan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PHMETD).

Sebelumnya, rights issue telah disetujui dalam agenda RUPSLB pada 2021 lalu, tetapi dengan memperhatikan kondisi pasar di tahun lalu, TBS berencana menunda pelaksanaan right issue untuk dilaksanakan dalam periode 2022-2023. Dana hasil right issue rencananya akan dipakai untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam membiayai investasi dan kegiatan secara umum.

Selain mengandalkan lini bisnis kendaraan listrik, Nafi mengatakan bisnis energi terbarukan TOBA juga akan ditopang oleh proyek pembangkit listrik energi terbarukan. Sejauh ini, TOBA tengah menggarap proyek mini hydro plant di Lampung dan menargetkan dapat mengamankan sejumlah proyek pembangkit listrik energi terbarukan lainnya pada tahun ini.

“Targetnya tahun ini juga ada beberapa tender dan proyek energi terbarukan yang akan dilakukan oleh PLN. Semoga kami bisa dapatkan proyeknya. Karena itu kami harap di 2024 atau 2025 proyek renewable ini sudah beroperasi dan sudah mulai menghasilkan revenue stream,” kata Nafi.

Bisnis batu bara tercatat masih menjadi penyumbang utama pendapatan TBS Energi Utama. Pada kuartal I/2022, kontribusi bisnis batu bara mencapai US$99,91 juta dari total pendapatan US$110,91 juta.

Sementara itu, kontribusi pendapatan ketenagalistrikan meningkat mencapai US$9,83 juta seiring dengan beroperasinya dua pembangkit listrik perusahaan dan sumbangan bisnis minyak sawit sebesar US$1,16 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Gojek Goto TBS Energi Utama Tbk. Electrum
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top