Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minat Investasi Forex Rubel, Intip Sentimen Penggeraknya

Sejumlah sentimen memengaruhi perdagangan mata uang rubel Rusia (USD/RUB) seperti inflasi tahunan, faktor geopolitik Rusia-Ukraina, dan dekrit pembelian gas alam.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  14:48 WIB
Minat Investasi Forex Rubel, Intip Sentimen Penggeraknya
Sebuah papan reklame digital menampilkan nilai tukar sejumlah mata uang di pintu sebuah gerai penukaran mata uang di Moskwa, Rusia, Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi "demiliterisasi" Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan "sanksi berat" lebih lanjut terhadap Moskwa serta membuat lantai bursa di sejumlah negara jatuh. - Bloomberg/Andrey Rudakov
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang dolar Amerika-rubel Rusia (USD/RUB) resmi dapat ditransaksikan di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) mulai 6 Juni 2022. Sejumlah sentimen pun menjadi penggeraknya.

Mengutip keterangan resmi ICDX, Selasa (7/6/2022) salah satu sentimen yang langsung memengaruhi fluktuasi mata uang dolar AS dan rubel Rusia yaitu kebijakan moneter Bank Sentral Federasi Rusia dan The Fed.

Selain itu, pergerakan mata uang dolar AS dinilai lebih dominan di pasangan mata uang ini.

Tingkat inflasi tahunan di negeri Paman Sam pada April 2022 sebesar 8,3 persen menurut data Bureau of Labor Statistics turut memengaruhi pergerakan USD/RUB.

Adapun indikator tingkat pengangguran, perubahan non-farm employment, sentimen pembuat kebijakan, keadaan geopolitik dan beberapa faktor lainnya juga berpengaruh.

Sebagai informasi, Rusia saat ini tengah mengalami penurunan perekonomian akibat sanksi yang diberikan Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk menghentikan invasi ke Ukraina.

Dekrit yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada April lalu menyepakati bahwa pembeli asing harus membayar pembelian gas alam Rusia dengan rubel. Hal tersebut menjadi sentimen penguat mata uang Rusia tersebut.

Rusia menjadi salah satu pemimpin pasar Uni Eropa dan beberapa negara lainnya di sektor komoditi, seperti minyak bumi, gas alam, logam mulia, hingga gandum.

Rusia juga menjadi produsen komoditas minyak mentah terbesar ketiga dunia setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Dalam satu tahun terakhir, pergerakan USD/RUB berada dalam tren fluktuatif berkisar 55,40 hingga 154,50.

Mengutip data Bloomberg, Selasa (7/6/2022) nilai tukar rubel terhadap dolar AS menguat 0,77 persen ke level 61,784 rubel per dolar AS.

Pasangan mata uang USD/RUB di ICDX menggunakan satuan kontrak 1 lot dolar Amerika dan dapat diperdagangkan pada Senin-Jumat mulai pukul 06.00-04.30 WIB dengan perubahan harga minimum 0,1 rubel per satuan kontrak.

Batas maksimum posisi sebanyak 50.000 lot, sedangkan posisi wajib lapor minimum 25.000 lot dengan metode penyelesaian secara tunai.

Adapun harga penyelesaian harian akan merujuk pada harga transaksi terakhir (last trade price) dari sumber acuan di akhir hari perdagangan. Sumber acuan akan ditetapkan bursa melalui surat edaran bersama (SEB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as mata uang Rusia forex rubel
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top