Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Naik Sesi I, Saham BMRI dan UNTR Jadi Favorit Asing

IHSG naik 0,88 persen atau 62,77 poin menjadi 7.211,49 pada pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I.
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada sesi I perdagangan Jumat (3/6/2022) seiring dengan penguatan bursa global.

IHSG naik 0,88 persen atau 62,77 poin menjadi 7.211,49 pada pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I. Terpantau 288 saham naik, 236 saham turun, dan 160 saham stagnan.

Total transaksi mencapai Rp11,11 triliun, dengan aksi jual bersih investor asing Rp883,28 miliar. Saham Vale (INCO) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp29,6 miliar, dan sahamnya terkoreksi 2,84 persen ke Rp7.700.

Investor asing cenderung masuk ke saham Bank Mandiri (BMRI), United Tractors (UNTR), PGN (PGAS), Bank BRI (BBRI) dengan net buy Rp48,9 miliar, Rp37,7 miliar, Rp31,7 miliar, Rp28,4 miliar, yang juga mendorong saham-sahamnya sehingga menopang IHSG.

Bursa saham di Asia Pasifik diwarnai sentimen positif setelah indeks di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (2/6/2022) waktu setempat. Hal ini turut menjadi katalis IHSG.

Analis OCBC Sekuritas Hendry Andrean mengatakan investor akan menyimak perkembangan data tenaga kerja Amerika Serikat untuk Mei 2022. Seiring dengan hal tersebut, indeks-indeks besar di Wall Street ditutup menguat dengan S&P 500 naik 1,84 persen ke posisi 4.176.82, Dow Jones Industrial Average naik 435,05 points atau 1,33 persen ke 33.248,28, dan Nasdaq naik 1,69 persen ke 12.316,90.

“Pada perkembangan lain, OPEC dan negara-negara produsen minyak lainnya sepakat untuk menaikkan produksi di Juli dan Agustus dengan selisih yang cukup besar, seiring dengan krisis energi yang berlanjut akibat invasi Rusia di Ukraina,” katanya dalam riset, Jumat (3/6/2022).

Di sisi lain, secara teknikal IHSG cenderung netral membentuk white candle dengan volume lebih rendah dan histogram yang memperlihatkan momen kenaikan, tetapi W%R-nya terlihat overbOught. IHSG diperkirakan bergerak dengan resistance pada 7.297 dan support pada 7.148.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper