Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspansi Pabrik di Mojokerto, BISI International Akan Tambah Capex

BISI akan melakukan penambahan kapasitas produksi agrochemical terutama pestisida di pabrik Mojokerto.
 PT BISI International Tbk./bisi.co.id
PT BISI International Tbk./bisi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen benih komoditas pangan sekaligus agrochemical PT BISI International Tbk. (BISI) berencana menambah alokasi belanja modal (capex) untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Direktur Utama BISI International Agus Saputra Wijaya mengatakan perusahaan telah menyiapkan capex sebesar Rp84 miliar pada 2022. Nilai tersebut berpotensi meningkat karena perusahaan akan melakukan ekspansi pabrik agrokimia.

“Untuk rencana penambahan kapasitas, dari capex Rp82 miliar kami akan ajukan tambahan untuk penambahan kapasitas produksi agrochemical terutama pestisida di pabrik kami di Mojokerto. Kami juga berencana ekspansi pabrik ke Makassar,” kata Agus dalam paparan publik di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Segmen bisnis agrokimia yang mencakup produksi pestisida dan pupuk tercatat menjadi kontributor utama pendapatan BISI pada 2021 dengan nilai masing-masing sebesar Rp914,38 miliar dan Rp28,52 miliar atau setara 46 persen total penjualan. Segmen benih jagung menyusul sebagai kontributor terbesar kedua dengan sumbangan penjualan sebesar Rp837,58 miliar atau 42 persen dari total penjualan.

Agus mengatakan bisnis perbenihan dan agrokimia sempat menghadapi tantangan pada 2021, imbas dari pembatasan mobilitas. Pembatasan yang diterapkan selama pandemi Covid-19 cenderung menurunkan permintaan produk hortikultura sehingga minat menanam petani turut turun.

Kendala lain yang dihadapi BISI adalah naiknya harga bahan baku kimia, terutama herbisida mencapai 300 persen pada 2021, padahal 99 persen bahan baku untuk lini bisnis agrokimia BISI didatangkan dari China.

Meski demikian, dia optimistis kinerja pada 2022 bisa lebih baik, seiring dengan kondisi sektor pertanian yang memperlihatkan sinyal positif. Hal ini tecermin dari musim yang mendukung proses penanaman pada semester I/2022.

“Nilai tukar rupiah kami harap juga tetap stabil. Kami lihat harga bahan baku terutama herbisida sudah normal dan semoga bisa mencapai titik keseimbangan baru,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper