Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Adhi Karya (ADHI) Diramal Bisa Kena Badai, Kenapa?

Rencana rights issue Adhi Karya (ADHI) dinilai berpotensi menciptakan headwinds pada harga sahamnya.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  10:32 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) berpotensi terkena headwinds sementara atau tekanan dari faktor eksternal dan internal akibat rights issue.

Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael merekomendasikan investor untuk berhati-hati terkait penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang akan dilakukan ADHI

ADHI menargetkan dana rights issue sebesar Rp1,9 triliun dengan menerbitkan jumlah maksimum saham seri B sebanyak 7,12 miliar.

“Dengan 3,56 miliar saham beredar saat ini, kepemilikan pemegang saham minoritas yang melepaskan haknya dapat terdilusi sampai dengan 67 persen. Ini akan menciptakan headwinds sementara untuk harga sahamnya,” ujar Joshua dalam risetnya, dikutip Rabu (18/5/2022).

Karenanya, Mirae menurunkan rekomendasi ADHI dari buy menjadi trading buy, dengan target harga Rp800. Sebelumnya, target harga ADHI sebesar Rp1.100.

Sebagai informasi, laba bersih kuartal I/2022 ADHI mencapai Rp9 miliar, meningkat 28,7 persen year-on-year (yoy) meskipun berada di bawah estimasi Mirae dan konsensus.

Meski begitu, pendapatan ADHI tercatat merupakan pendapatan kuartalan terendah sejak 2017 akibat lambatnya pembangunan jalan tol Solo -Yogyakarta - YIA Kulon Progo.

Pendapatan yang dibukukan hanya sejumlah Rp47 miliar, jauh di bawah pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp546 miliar.

Perseroan melakukan sejumlah strategi guna melunasi obligasi jatuh tempo dan modal kerja, salah satunya dengan menerbitkan obligasi berkelanjutan.

Sementara itu, Adhi Karya saat ini menggelar penawaran obligasi berkelanjutan III Adhi Karya tahap III dengan jumlah pokok sebesar Rp3,75 triliun.

Pada perdagangan sesi pertama Rabu (18/5/2022), saham ADHI terpantau berada di zona hijau dengan peningkatan 0,73 persen atau setara 5 poin ke posisi 690 hingga 10.25 WIB. 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya emiten konstruksi rekomendasi saham bumn karya
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top