Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Bangkit Naik 1 Persen! Investor Asing Mulai Masuk

IHSG menguat 1 persen atau 68,42 poin ke posisi 6.888,21 dalam 1 jam perdagangan, setelah 2 sesi kemarin anjlok.
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022).  Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 1 persen pada perdagangan hari ini, Rabu (11/5/2022) seiring dengan aksi beli investor asing.

Pada pukul 10.08 WIB, IHSG menguat 1 persen atau 68,42 poin ke posisi 6.888,21. Sepanjang pagi ini, indeks bergerak di rentang 6.796,29-6.894,61.

Terpantau 352 saham naik, 172 saham lesu, dan 141 saham stagnan. Investor asing cenderung masuk dengan net buy 316,37 miliar.

Sebelumnya, IHSG anjlok 2 sesi beruntun. IHSG menutup perdagangan dengan anjlok 1,30 persen atau 89,96 poin sehingga parkir di level 6.819,79 pada perdagangan Selasa (10/5/2022), dan IHSG berada posisi 6.909,75 atau melemah 4,42 persen pada Senin (9/5/2022).

Analis OCBC Sekuritas Hendry Andrean menjelaskan saham-saham di Asia-Pasifik tampak bersiap memulai di zona merah pada Rabu (11/5/2022) karena investor menunggu rilis data inflasi dari China dan AS.

"China akan merilis data inflasi hari ini, bersama indeks harga konsumen dan indeks harga produsen April. Rilis data datang ketika daratan terus memerangi wabah Covid-19 terburuk sejak fase awal pandemi pada awal 2020," jelasnya dalam riset, Rabu (11/5/2022).

Di sisi lain, indeks harga konsumen AS April juga akan dirilis Rabu di Amerika Serikat, dan diperkirakan akan sedikit di bawah 8,5 persen ketika pada Maret yang dapat menandakan inflasi telah mencapai puncaknya.

Dari dalam negeri, BPS catat inflasi 0,95 persen pada April 2022 dan Bank Indonesia memastikan pemulihan ekonomi Indonesia akan berlanjut pada kuartal I/2022.

Dengan sentimen dalam negeri yang masih positif dan analisis teknikal IHSG sudah mengalami jenuh jual.

"IHSG diperkirakan bullish karena membentuk white candle dengan potensi uptrend W%R-nya sedikit di atas area oversold. Perkiraan resistance 7.005 dan support 6.640," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper