Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suparma (SPMA) Cetak Kenaikan Laba di Kuartal I/2022

PT Suparma Tbk. (SPMA) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp765,14 miliar kuartal I/2022.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 08 Mei 2022  |  18:48 WIB
Gedung kantor PT Suparma Tbk. - JIBI/Wahyu Darmawan
Gedung kantor PT Suparma Tbk. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen kertas PT Suparma Tbk. (SPMA) mencetak peningkatan kinerja sepanjang kuartal I/2022. Pendapatan dan laba bersih perseroan meningkat sepanjang tiga bulan pertama 2022.

Emiten berkode saham SPMA ini mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp765,14 miliar kuartal I/2022. Penjualan ini meningkat 27,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp598 miliar.

Penjualan perseroan didominasi oleh penjualan domestik sebesar Rp734,5 miliar, naik 35,99 persen dari Rp540,1 miliar secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara itu, penjualan ekspor perseroan turun 47 persen menjadi Rp30,6 miliar, dari Rp57,8 miliar secara yoy.

Penjualan utama perseroan berupa kertas sebesar 99,10 persen dan 99,37 persen, dari penjualan bersih masing-masing pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2022 dan 2021.

Sepanjang kuartal I/2022, Suparma melaporkan beban pokok penjualan yang meningkat 24,2 persen menjadi Rp606 miliar. Meski beban pokok meningkat, SPMA masih mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar Rp159 miliar, naik 44,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp110 miliar.

SPMA mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp78,8 miliar kuartal I/2022. Laba bersih ini meningkat 136,4 persen dibandingkan kuartal I/2021 sebesar Rp33,3 miliar.

Adapun hingga akhir kuartal I/2022, SPMA mencatatkan peningkatan aset menjadi Rp2,8 triliun, dari Rp2,74 triliun di akhir 2021.

Jumlah liabilitas perseroan naik menjadi Rp966,6 miliar di akhir Maret 2022, dari Rp930,6 miliar di akhir Desember 2021. Begitu juga dengan jumlah ekuitas yang meningkat menjadi Rp1,89 triliun di 31 Maret 2022, dari Rp1,81 triliun di 31 Desember 2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kertas suparma industri kertas emiten kertas
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top