Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diversifikasi, Adaro Minerals (ADMR) Masuk Bisnis Alumunium

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) membeli seluruh saham PT Adaro Indo Aluminum (AIA) dengan PT Alam Tri Abadi (ATA).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 April 2022  |  14:10 WIB
Ilustrasi proyek PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO).
Ilustrasi proyek PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO).

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) akan masuk ke sektor bisnis alumunium sebagai upaya diversifikasi dan memperkuat arus kas.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang dikutip pada Sabtu (30/4/2022), ADMR telah menandatangani Akta Jual Beli PT Adaro Indo Aluminum (AIA) dengan PT Alam Tri Abadi (ATA) pada 25 Februari 2022. Pada transaksi tersebut, ADMR membeli seluruh saham AIA dari ATA senilai Rp299 juta.

Presiden Direktur ADMR, Christian Ariano Rachmat, mengatakan, perusahaan ingin mengoptimalkan perannya sebagai pusat pengelolaan dan pengkoordinasian seluruh bisnis terkait mineral di Grup Adaro. Penempatan AIA di bawah AMI memungkinkan keselarasan strategis untuk bisnisnya dan akan memperkuat operasi AMI.

“Operasi utama yakni pertambangan batu bara metalurgi, ditambah dengan smelter aluminium, akan mendiversifikasi bisnis kami. Permintaan aluminium akan meningkat seiring dengan kebutuhan untuk ekonomi hijau. Kami yakin bahwa langkah untuk memasuki bisnis aluminium akan semakin memperkuat arus kas perseroan di masa depan,” katanya dalam keterangan resmi tersebut.

Selanjutnya, pada tanggal 4 Maret 2022, perusahaan-perusahaan anak ADMR, yakni AIA dan PT Alam Tri Daya Indonesia (ATDI), mendirikan satu perusahaan anak yang baru, yakni PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).

“Maksud dan tujuan pendirian KAI adalah untuk menjalankan bisnis di industri pembuatan logam dasar bukan besi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Garibaldi Thohir, mengatakan pengembangan industri aluminium menjadi salah satu fokus Adaro ke depannya.

"Tentunya proyek Adaro Aluminium akan segera direalisasikan. Pada 2023 kita fokus bagaimana eksekusi proyeksi dengan baik, dan harapannya pada 2024 sudah terealisasi," paparnya.

Seperti diketahui, Adaro melalui PT Adaro Aluminium Indonesia menandatangani Surat Pernyataan Maksud Investasi (Letter of Intention to Invest) sebesar US$728 juta setara Rp10,41 triliun (kurs Rp14.300) untuk membangun aluminium smelter di Kawasan Industri Hijau Indonesia yang terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan sampai dengan 31 Maret 2022, emiten bersandi saham ADMR ini mencatatkan pendapatan sebesar US$182,14 juta, melesat hingga sekitar 65,37 persen dari tahun sebelumnya senilai US$63,07 juta.

Pendapatan mayoritas berasal dari penjualan batu bara ke pihak berelasi senilai US$137,0 juta, jasa lainnya US$142.388. Sementara itu, untuk pihak ketiga penjualan batu bara mencapai senilai US$44.99 juta.

Selanjutnya, beban pokok pendapatan perusahaan mengalami kenaikan menjadi US$62,30 juta pada kuartal I/2022 dari US$48,24 pada kuarta I/2021. Hasilnya, Adaro Minerals mencetak laba kotor senilai US$119,84 juta, naik 87,62 persen dari tahun sebelumnya US$14,83 juta.

Dengan kinerja sepanjang kuartal I/2022, ADMR mencetak laba bersih senilai US$84,33 juta, naik hampir 90 persen dari US$9,00 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara adaro aluminium Adaro Minerals Indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top