Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda Indonesia GIAA Bakal Dapat PMN Rp7,5 Triliun, Ini Syaratnya!

Komisi VI DPR RI menyetujui rencana pemberian penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun dari pemerintah untuk Garuda Indonesia pada tahun anggaran 2022 dengan satu syarat.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 24 April 2022  |  13:32 WIB
Garuda Indonesia GIAA Bakal Dapat PMN Rp7,5 Triliun, Ini Syaratnya!
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Setiaputra. Kementerian BUMN meminta agar manajemen Garuda Indonesia secepatnya membenahi pola penyewaan atau leasing pesawatnya sehingga tidak menjadi beban bagi perseroan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Panitia Kerja (Panja) Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI menyetujui PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) diberikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun dari pemerintah.

Namun demikian, PMN tersebut akan dicairkan jika Garuda berhasil mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam PKPU.

Dukungan Panja Penyelamatan Garuda Indonesia disampaikan oleh Komisi VI DPR RI pada agenda Rapat Pembacaan Rekomendasi Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI, Jumat (22/4/2022).

Melalui agenda pembacaan hasil rekomendasi Panja Penyelamatan Garuda Indonesia, Komisi VI DPR RI menyetujui rencana pemberian penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun dari pemerintah untuk Garuda Indonesia pada tahun anggaran 2022.

"PMN tersebut akan dicairkan jika Garuda mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam PKPU," seperti dikutip dari keterangan resmi Garuda Indonesia.

Selain menyetujui PMN, Panja memberikan sejumlah rekomendasi lainnya seperti mendukung pelaksanaan skema penyelamatan yang telah disusun Garuda Indonesia bersama Kementerian BUMN.

Panja turut meminta Garuda bersama-sama dengan Kementerian BUMN untuk melaporkan secara berkala progres penyelamatan sesuai dengan skema yang telah ditetapkan. Laporan secara berkala yang dimaksud di antaranya melalui pengoptimalan rute, pengefektifan jumlah pesawat, hingga optimalisasi pendapatan kargo.

Selain itu, Panja Komisi VI menyampaikan pemahamannya atas peluang keterlibatan investor strategis dalam mendukung penyehatan kinerja Garuda Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai dukungan Panja menjadi wujud representasi soliditas ekosistem industri penerbangan, termasuk di dalamnya DPR RI, atas langkah langkah pemulihan kinerja yang tengah diakselerasikan oleh perusahaan penerbangan pelat merah itu.

"Kami berterima kasih atas dukungan dan kerja keras seluruh anggota Panja Komisi VI DPR RI dan berkomitmen untuk menjalankan rekomendasi yang telah disampaikan secara konsisten dan berkesinambungan", jelas Irfan, dikutip dari siaran pers, Jumat (22/4/2022).

Irfan menjelaskan bahwa dukungan parlemen menjadi bagian penting dalam restrukturisasi kinerja yang tengah dioptimalkan Garuda.

Menurutnya, komitmen penuh Panja Komisi VI DPR RI terhadap penyelamatan Garuda menjadi outlook positif atas langkah berkesinambungan dalam memaksimalkan momentum pemulihan serta transformasi kinerja di masa pandemi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan melaksanakan rekomendasi dari Komisi VI DPR, bersama dengan Manajemen Garuda Indonesia. Dia meyakini opsi penyelamatan tersebut akan mendukung langkah BUMN itu untuk mempertahankan bisnisnya.

Erick mengklaim momen penyelamatan Garuda penting karena sudah terlihat tren pertumbuhan dari domestik maupun mancanegara.

"Kami akan fokus menangani outlook krusial diantaranya proses PKPU, avtur, dan kekurangan industri penerbangan di industri domestik," ucap Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia garuda giaa pmn obligasi wajib konversi owk
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top