Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Dibuka Menguat Seiring Pelemahan Indeks Dolar AS

Mata uang rupiah dibuka menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis  (14/4/2022)
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 14 April 2022  |  09:29 WIB
Rupiah Dibuka Menguat Seiring Pelemahan Indeks Dolar AS
Karyawati menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Mata uang rupiah dibuka menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis  (14/4/2022).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda dibuka menguat tipis 7,5 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.355 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,18 persen ke 99,69.

Sebelumnya, Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan ekmarini, Rabu (13/4/2022).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.00 WIB, mata uang Garuda ditutup naik tipis sebesar 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.362,5 per dolar AS. Mata uang rupiah ditutup menguat bersama mata uang Asia lainnya yakni won Korea Selatan yang naik 0,68 persen, baht Thailand menguat 0,10 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,04 persen.

Sementara itu, indeks dolar di pasar spot tercatat menguat 0,04 poin atau 0,04 persen ke level 100,33. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah berkemungkinan ditutup menguat. 

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif namun  ditutup menguat terbatas di rentang   Rp.14.350 - Rp.14.380,” katanya dikutip Kamis (14/4/2022).

Beberapa faktor berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan rupiah. Dari sisi global investor tengah mencerna kenaikan suku bunga terbesar Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dalam 22 tahun. RBNZ menaikkan suku bunganya menjadi 1,5 persen.

Beberapa investor juga memperkirakan bank sentral akan melanjutkan tren pengetatan. Bank of Canada akan memberikan keputusan kebijakannya sendiri di kemudian hari, dengan Bank Sentral Eropa dan Bank of Korea menyusul pada hari Kamis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top