Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup Salim, Tamaris Hidro Beli Pembangkit Listrik di Garut Rp51 Miliar

Anak Usaha Grup Salim, PT Tamaris Hidro mengakuisisi saham PT Bahtera Bayu Persada (BBPE) senilai Rp51,79 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 13 April 2022  |  11:07 WIB
Grup Salim, Tamaris Hidro Beli Pembangkit Listrik di Garut Rp51 Miliar
Dokumentasi PT Tamaris Hydro. (Istimewa)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Anak Usaha Grup Salim, PT Tamaris Hidro mengakuisisi saham perusahaan pembangkit listrik PT Bahtera Bayu Persada (BBPE) senilai Rp51,79 miliar.

Melalui keterbukaan informasi, Manajemen Tamaris Hidro menyampaikan telah melakukan akusisi saham (BBPE) senilai Rp51,79 miliar. Sebagai informasi, BBPE adalah perusahaan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM).

Perseroan memiliki pembangkit di Desa Garu Mukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Adapun PLTM yang dimiliki oleh perseroan memiliki kapasitas sebesar 2x2,5 MW.

Tamaris Hidro mengakuisisi BBPE bersama anak usaha yang dikendalikan yaitu PT Patria Bakti Abadi. Melalui transkasi itu, perseroan bertujuan untuk investasi dan pengembangan potensi dalam bidang pembangkit listrik.

“Transaksi tersebut memberikan nilai tambah kepada perseroan baik dari sisi pendapatan, EBITDA dan arus kas,” tulis manajemen Rabu (13/4/2022).

Sebelumnya, perusahaan energi terbarukan PT Tamaris Hidro telah menyelesaikan penawaran obligasi, apakah perseroan berniat untuk melakukan penawaran umum saham atau IPO?

Dari Penawaran Umum Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 senilai Rp750 miliar, perusahaan mencatat menerima pemesanan dari investor committed mencapai Rp937,8 miliar.

Executive Director Corporate Finance, Portfolio Mgmt & Treasury Tamaris Hidro Widi Mahardi menjelaskan aksi korporasi itu dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan.

Widi menilai pasar modal merupakan sumber pendanaan yang menarik dan memberi daya tarik bagi investor untuk turut serta dalam pengembangan energi terbarukan. Meski demikian, perseroan menegaskan belum berencana untuk melakukan initial public offering (IPO).

“Sejauh ini belum ada rencana untuk IPO, tetapi tidak menutup kemungkinan pada waktu yang tepat kita akan melakukannya sehingga sejauh ini belum ada progress terkait hal tersebut. Fokus kami saat ini adalah diversifikasi funding, kami coba mencarinya di pasar modal,” kata Widi dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/3/2022).

Dalam rangka pengembangan bisnis, Direktur Eksekutif Pengembangan Bisnis Armaya Dadan mengatakan bahwa perusahaan saat ini sedang dalam proses konstruksi dua proyek di pulau Sumatra.

Proyek tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 10 MW di Sumatra yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2022 dan proyek di Lampung dengan kapasitas 7 MW dengan target 2023.

“Tamaris Hidro terus mencari peluang pengembangan bisnis ke depan baik organik dari nol atau anorganik lewat akuisisi pada proyek yang sama dan kami mengisi posisi mayoritas,” kata Armaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi ipo pembangkit listrik energi terbarukan Tamaris Hidro
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top