Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREMIUM WRAP-UP: Berkah Alibaba-Softbank dari GOTO & Ramalan Rekor ASII

Gerak positif saham GOTO di hari pertama listing menjadi rezeki nomplok bagi Alibaba dan Softbank.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 11 April 2022  |  18:04 WIB
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury. - Istimewa
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi pendatang baru, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) resmi memulai debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan performa positif pada Senin (11/4/2022). Saham perusahaan dengan valuasi decacorn tersebut mengalami kenaikan harga 13,02 persen dalam sehari.

Performa mengkilap itu pun bikin sejumlah pihak semringah. Tidak terkecuali Alibaba dan Softbank, dua dari sederet investor kakap yang menjadi pendonor modal untuk GOTO.

1. ‘Rezeki Nomplok’ Alibaba & Softbank Awal 2022 dari IPO GOTO

Laporan Bloomberg yang dikutip Senin (11/4/2022) mengungkapkan GOTO menghimpun dana US$1 miliar dari penawaran umum perdana saham. Dari situ, nilai saham Alibaba dan Softbank setelah digabungkan akan menjadi hampir US$5 miliar.

Bloomberg mencatat valuasi itu menjadi ‘rezeki nomplok’ awal tahun bagi Alibaba dan Softbank setelah saham keduanya babak belur dalam beberapa bulan terakhir.

Cerita selengkapnya dapat Anda baca di artikel ini.

2. Emiten Grup Astra Moncer, JP Morgan Ramal ASII Cetak Rekor Keuangan

Menara Astra. - Istimewa

Enam perusahaan Grup Astra yang menyandang predikat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis kinerja keuangan masing-masing untuk tahun buku 2021. Hasilnya, kinerja relatif positif dibukukan oleh hampir semua lini bisnis.

Tak pelak situasi tersebut bikin Tim Analis JP Morgan memberikan pandangan positif kepada saham-saham Grup Astra. Sebagian di antaranya bahkan diramal bakal membukukan rekor harga saham pada tahun Macan Air ini.

“Kami terus optimistis terhadap Astra yang menjadi proxy perekonomian Indonesia,” kata Tim Riset JP Morgan yang diwakili Benny Kurniawan dan Henry Wibowo.

Ulasan lebih lanjut mengenai rapor emiten Astra dan proyeksi tersebut dapat Anda baca di sini.

3. Pelonggaran Aturan Mudik dan Sentimen Positif untuk Emiten Pusat Perbelanjaan

Pengunjung berada di pusat perbelanjaan MargoCity, Depok, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021). Pemerintah Kota Depok kembali mengizinkan pusat perbelanjaan atau mall beroperasi mulai pukul 10.00 WIB - 20.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan seperti pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen serta wajib vaksin. - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Longgarnya kebijakan libur pemerintah pada arus mudik lebaran 2022 akan menjadi katalis positif bagi bisnis saham-saham berbagai sektor. Tidak terkecuali emiten pengembang pusat perbelanjaan, yang sudah ditekan oleh situasi serba berat akibat pandemi Covid-19 dalam dua musim lebaran sebelumnya.

Menariknya, hingga kini potensi efek tersebut belum tercermin ke pergerakan saham perusahaan pengembang mal. Mayoritas bahkan masih membukukan grafik merah, kendati lebaran hanya tinggal menghitung pekan.

Pembahasan selengkapnya dapat Anda baca di sini.

4. Anomali Emiten Lelang Mobil TP Rachmat (ASLC) Jelang Arus Mudik

CEO PT Adi Sarana Armada (ASSA) Prodjo Sunarjanto (kedua kiri) bersama Founder Triputra Group TP Rachmat (kedua kanan) dan President Director JBA Indonesia Shioyama Kazuhiro (kanan) disaksikan oleh CFO Triputra Group Erida Djuhandi (kiri) berfoto seusai penandatanganan akuisisi PT JBA Indonesia di Jakarta, Jumat (15/2/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bukan cuma emiten pengembang mal, anomali jelang lebaran rupanya juga dialami oleh sebagian perusahaan sektor lain. Autopedia (ASLC), entitas yang terasosiasi dengan taipan Theodore Permadi Rachmat adalah salah satunya.

Hingga kini, saham ASLC dalam posisi tertekan. Dipatok dengan harga Rp212 per saham, mahar saham ASLC bahkan sudah jauh lebih rendah dibandingkan posisi awal ketika mulai melantai di bursa Januari lalu.

Padahal, di sisi lain manajemen masih bersikap optimistis. Target penjualan besar dan proyeksi penguatan profitabilitas diyakini bisa terjadi bila melihat tren pemulihan sektor otomotif sejak awal tahun.

Kisah selengkapnya dapat Anda baca di artikel ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham astra rekomendasi saham Kinerja Emiten astra international softbank alibaba GoTo Gojek Tokopedia
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top