Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perdagangan Perdana April 2022: IHSG Sesi I Merah, Asing Borong BBRI

Tercatat, 215 saham menguat, 270 saham melemah dan 186 saham bergerak stagnan pada akhir IHSG sesi I siang ini.
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Jumat (1/4/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 WIB IHSG parkir pada posisi 7.060,89 atau terkoreksi 0,15 persen .IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 7.099,3.

Tercatat, 215 saham menguat, 270 saham melemah dan 186 saham bergerak stagnan. Investor asing mencatatkan aksi net foreign buy Rp483,14 miliar di seluruh pasar.

Investor asing tercatat membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp147,1 miliar, atau yang terbanyak sejauh ini. Menyusul dibelakangnya adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp67 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp59,8 miliar.

Saham PT Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO) menempati posisi atas top losers dengan pelemahan 9,52 persen, sedangkan saham PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA) duduk di puncak top gainers dengan kenaikan 22,22 persen. 

Sebelumnya nalis NH Korindo Dimas Pratama mengatakan, kekhawatiran konflik berkelanjutan Ukraina, inflasi Amerika Serikat (AS), dan sikap The Fed, masih menjadi sentimen negatif akhir kuartal I/2022.

"Ketiga bursa saham AS ditutup melemah diatas 1,5 persen. Pergerakan bursa saham AS semakin sensitif terhadap perkembangan perdamaian Rusia dan Ukraina," kata Dimas dalam risetnya, Jumat (1/4/2022).

Dia melanjutkan, Inflasi AS yang sudah tinggi seiring kenaikan harga komoditas, berpeluang membuat the Fed semakin agresif menaikkan suku bunga acuan. Investor juga menantikan rilis data unemployment rate untuk mengkonfirmasi kekuatan pasar tenaga kerja AS.

"Pergerakan indeks saham global, yield US Treasury, dan harga komoditas masih menjadi sentimen penggerak pasar awal kuartal II/2022 ini," tuturnya.

Riset NH Korindo Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak downward atau megalami koreksi teknikal hari ini, dengan rentang kisaran 7.000-7.100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper