Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Eropa Menghijau di Awal Perdagangan, Fokus Beralih ke The Fed

Iindeks Stoxx 600 Eropa terpantau menguazt 1,62 persen ke level 438,05 pada pukul 17.00 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  17:08 WIB
Bursa Efek London - London Stock Exchange - Blomberg
Bursa Efek London - London Stock Exchange - Blomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa mengawali pekan ini di zona hijau, didorong oleh sentiment pelemahan harga minyak, karena perhatian investor beralih ke pertemuan Federal Reserve pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (14/3/202), indeks Stoxx 600 terpantau menguazt 1,62 persen ke level 438,05 pada pukul 17.00 WIB. Saham produsen mobil dan perbankan memimpin kenaikan, sementara saham emiten tambang dan energi berkinerja buruk karena minyak turun ke bawah US$110 per barel.

Indeks acuan menghentikan penurunan beruntun tiga pekan pada hari Jumat, sebagian karena investor kembali membeli saham setelah lonjakan volatilitas dalam beberapa hari terakhir di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi karena invasi Rusia ke Ukraina.

Pada pekan ini, focus investor tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve, di mana para pelaku pasar mengharapkan bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk mengendalikan inflasi. Secara keseluruhan, The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga hingga enam kali sebesar 25 basis poin sepanjang tahun ini.

Kepala analis ekuitas Inggris Investec Roger Lee mengatakan pertemuan the Fed minggu ini adalah katalis besar yang sekarang diwaspadai investor dan sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya.

"Kenaikan suku bunga 25 basis poin adalah hal yang pasti, tetapi komentar tentang pengetatan kuantitatif yang akan menjadi perhatian pasar," ungkap Lee, seperti dikutip Bloomberg, Senin (14/3).

Perang Rusia-Ukraina menyebabkan harga komoditas melonjak di tengah kekhawatiran krisis pasokan. Di sisi lain, analis memperingatkan aksi jual di pasar saham dapat memburuk, karena Eropa adalah yang paling terkena dampak karena kedekatan geografisnya dengan perang dan ketergantungan energi pada Rusia.

Analis Deutsche Bank mengatakan ukuran mereka untuk posisi ekuitas di Eropa berada pada level terendah sejak September 2020 menyusul capital outflow -besaran, yang menyamai level saat krisis keuangan Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa indeks stoxx 600
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top