Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Saham Top Losers Sepekan, KJEN, FISH, dan IFSH Paling Loyo

8 dari 10 jajaran top losers pekan ini mengalami penurunan lebih dari 20 persen. Bersamaan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut terpantau melemah.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 12 Maret 2022  |  11:35 WIB
10 Saham Top Losers Sepekan, KJEN, FISH, dan IFSH Paling Loyo
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Delapan dari sepuluh jajaran top losers pekan ini mengalami penurunan lebih dari 20 persen. Bersamaan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut terpantau melemah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada periode 7 Maret - 11 Maret 2022, saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) anjlok 28,21 persen menjadi Rp402. Di mana pada pekan sebelumnya berada di posisi Rp560.

Selanjutnya saham PT FKS Multi Agro Tbk. (FISH) merosot 224,76 persen menjadi Rp6.000 dan saham PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) yang melemah 23,67 persen menjadi Rp1.145.

Posisi berikutnya saham PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) yang turun 23,57 persen dan parkir di posisi Rp428, saham PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) turun 22,92 persen menjadi Rp148.

Selain itu, saham PANI, RUNS, TOBA, dan INDY berada dalam jajaran top losers selanjutnya dengan masing-masing penurunan sebesar 22,49 persen, 22,47 persen, 20,96 persen, dan 19,39 persen.

Di posisi terakhir, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi saham dengan penurunan nilai terbesar di jajaran top losers yaitu sebesar Rp10.400. Saham DSSA terpantau turun 19,12 persen dan parkir di level Rp44.000.

Pekan ini, lima dari 10 jajaran top losers merupakan saham ribuan dan empat saham merupakan saham ratusan perak. IHSG pekan ini tercatat terkoreksi sebesar 0,08 persen atau berada pada level 6.922,60 dari level 6.928,33 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam siaran pers menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia dalam sepekan diramaikan dengan lima pencatatan obligasi, dua saham perdana serta satu waran.

Lima obligasi tersebut diterbitkan oleh MDKA dengan jumlah nominal Rp3 triliun, TPIA senilai Rp1,4 triliun, PYFA senilai Rp400 miliar, TYRO senilai Rp750 miliar, dan BBIA senilai Rp100 miliar.

Dengan demikian, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 22 emisi dari 18 emiten senilai Rp23,07 triliun.

“Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 491 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp440,03 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 125 Emiten,” papar Yulianto, dalam siaran pers, dikutip Sabtu (12/3/2022). 

Terkait data perdagangan Yulianto menyampaikan BEI menutup perdagangan dengan bervariasi. Adapun kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar Rp9,52 persen menjadi Rp21,74 triliun dari Rp19,85 triliun pada minggu sebelumnya.

Selain itu peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi harian bursa sebesar 0,92 persen menjadi 1.634.152 transaksi dari 1.619.196 transaksi pada penutupan pekan lalu.

Kemudian, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan 0,62 persen sebesar Rp8.684,689 triliun dari Rp8.738,446 triliun pada pekan sebelumnya. Perubahan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa sebesar 15,49 persen sebesar 24,097 miliar saham dari 28,513 miliar saham dari pekan sebelumnya.

Lalu sepanjang tahun 2022, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp17,5 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bursa efek indonesia top losers
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top