Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos BEI Beberkan Fakta Kesetaraan Gender di Tempat Kerja

Laporan McKinsey memperlihatkan bahwa perempuan 1,8 kali lebih rentan kehilangan pekerjaan dibandingkan dengan laki-laki karena kesenjangan di berbagai sektor industri.
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Partisipasi perempuan Indonesia dalam posisi strategis di sektor bisnis tercatat masih rendah, terlepas dari dampak positif yang bisa timbul jika perusahaan lebih berkomitmen pada kesetaraan gender.

Mengutip data kesetaraan gender Sustainable Stock Exchange 2021, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT Bursa Efek Indonesia Risa E. Rustam mengemukakan bahwa hanya 20 persen perempuan yang mengisi jajaran manajemen pada 2.200 perusahaan berkapitalisasi tertinggi di negara-negara G20. Sementara itu, posisi direksi yang diisi perempuan hanya mencakup 5,5 persen dan 3,5 persen di level CEO.

“Ini menunjukkan perempuan kurang terwakili di seluruh jenjang perusahaan. Situasi yang tidak banyak berubah selama beberapa dekade terakhir,” kata Risa dalam acara Ring the Bell for Gender Equality 2022, Rabu (9/3/2022).

Situasi ini diperburuk dengan pandemi yang terjadi. Laporan McKinsey memperlihatkan bahwa perempuan 1,8 kali lebih rentan kehilangan pekerjaan dibandingkan dengan laki-laki karena kesenjangan di berbagai sektor industri. Sebagian besar perempuan bekerja di sektor yang rentan dengan upah yang lebih rendah.

Di sisi lain, partisipasi perempuan di usia produktif dalam angkatan kerja cenderung masih rendah. Risa mengatakan hanya sekitar 54 persen perempuan usia produktif yang bekerja, sementara keikutsertaan laki-laki mencapai 82 persen mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Angka ini tidak banyak berubah dalam 20 tahun terakhir meskipun ada perbaikan tingkat pendidikan perempuan di Indonesia. Namun hal ini tidak memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Global Compact Network (ICGN) Josephine Satyono mengatakan sektor bisnis harus berpartisipasi dalam mencapai target kesetaraan gender SDGs. Dia mengatakan perusahaan yang berkomitmen pada keikutsertaan perempuan lebih berpeluang memiliki kinerja baik daripada pesaingnya.

“Harus ada target ambisius untuk mencapai kesetaraan gender. Bisnis memainkan peran yang penting dalam mencapai target SDGs. Perusahaan yang berinvestasi pada perempuan dan mendukung keikutsertaan perempuan dalam proses perumusan kebijakan, dan berkomitmen pada pemberdayaan perempuan, cenderung memiliki kinerja yang melampaui pesaingnya. Ini baik untuk bisnis,” kata Josephine.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper